Showing posts with label Screen Shouts. Show all posts
Showing posts with label Screen Shouts. Show all posts

Monday, January 16, 2012

Last Night

It's a 2010 movie actually, but it is on theater. Yeah, I watched it on 2012. Still, it's a good movie.



Joanna (Keira Knightley) and Michael (Sam Worthington) had been married for 3 years. It was a happy marriage. Someday, when Michael should take a business trip with a beautiful yet attractive colleague, that her wife was jealous too, Joanna met her past love. It was only one night. But everything could happen.

Keira played so good, at least for me. Her expression of struggling was shown very well. For an Australian born, Sam's British accent was good. With not too much expression, Sam also showed what he'd been struggling along the movie.

The film might bore you a while, but I suggest you to sit still for it's kinda good. Somehow the director kinda tell us that men are easier to give up when it comes to temptation. Enjoy!
Flap more...

Thursday, July 9, 2009

Between Ice and Cold

Libur pemilu presiden kemarin adalah angin seger buat g, yang uda dengan sangatnya mengalami kebosanan dan kejenuhan di kantor. Walo cuma sehari, tetep aja kayak berkat tak ternilai. *halah....

Nyontreng gak Hans? Ya iya pasti donk!!!! Walo ga dapet undangan milih, karena uda 2 hari rumah g kalo siang ga ada orang, karena pembokat pulang kampung buat nyontreng, g ma si Mia melangkah dengan pasti ke TPS deket rumah. Ampe sono nyodorin KTP. Petugasnya nyari2 nama g di list pemilih n uda ketemu. Tapi bukannya dikasi lembar contrengan *halah* malah disuru nunggu. Tapi akirnya nyontreng juga setelah nunggu ampir 15 menitan.

Kemarin sebenernya ga ada acara, secara malemnya g baru bobox jam 3 dan pas bangun, tenggorokan serasa abis nelen duren. Tapi pulang nyontreng, diajakin nonton Ice Age. Hm.... good offer eh? Cepet2 mandi, siap2, dan 10 menit kemudian uda jalan ke mobil Andi yg nunggu di depan gang rumah.

Nonton di TA. Fiuh... ramenya.... kayak semut baris. Panas... tapi Budi uda ngantri ampir sampe depan. Akhirnya beli tiket 10 biji. 10? Banyak amit.... iya donk... Itung yuk : Budi, Andi, Mia, Yeye, Welli, 2 temen Welli, Firman, Desi. Brapa tuh? 9 kan? Ama g jadi 10 donk. Trus makan deh, di Ajisen Ramen. Pesen Fish Don Buri. Pas mo makan, iseng2 g bolak balik timunnya. Dan... dum dum ru dum dum ru dum dum..... ada ijo2 yang menggeliat geliat di sana. Lucu sekali!!!! Hiatttttttt.....
Fish Don Buri : 19.8 K
Ocha Hot : 8.8K
Plus 10% tax.

Andi manggil mbaknya trus bilang "Mbak, ini ada bonus nya loh"
Si mbak yang ngeliat tu ijo2, lgs minta maaf, dan tu makanan lgs dibawa pergi. Trus digantilah dengan yang baru.... *wait, bener baru ga ya? ato cuma diganti timunnya? Ga taulah... makan juga dengan un-nafsu. Uda perut lagi ga enak, makanannya juga ga enak. Tau gitu, tadi g makan aja tu ijo2, sapa tau enak.... wkakakakak....

Ice Age 3? Lucuuuuuu..... Bagus ni film. Lebih puas nonton film ini drpd nonton Transformer 2. Menghibur dan menghibur. Tonton deh!!! Kalo bisa yang 3D. G sih ga nonton yang 3D. Hehehehe....
Movie tickets : 35K

Abis nonton, muter2 TA, trus nongkrong di J.Co. Beli hot chocolate yang mayan nendang. Jam 6an pulang, buat mandi. Badan mulai krasa ga enak ni. Lemes, letoy, eneg, dan konco2nya. Trus jam 9 pegi makan ma Andi di Bun Ong, Green Garden.
Hot Chocolate Reg. : 26K

Pesen nasi tim babi kecap. Enak euy. Sayur asemnya juga asemnya pas.... Padahal g gak lagi kelaparan. Coba kalo lagi laper n lagi nafsu makan, pasti abis 2 porsi *halah... lebay...
Nasi Tim Babi Kecap : 25K
Teh Manis Panas : 3K


Abis makan langsung pulang. Si angin kayanya uda mulai masuk ni..... Kecurigaan g sih, gara2 nonton Ice Age. G kan biasa idup di negara tropis, tiba2 lgs dikasi salju, jadi masuk angin deh.... hux...

PS. Tulisan blog g ini kok jadi selalu masuk di fesbuk ya? Mo cari settingannya tapi ga ketemu2... http://aintanangel.blogspot.com
Flap more...

Thursday, July 2, 2009

The Revenge

Well, finally, I got a chance to watch the super-exciting-so-called movie whatsoever. Transformer : The Revenge of The Fallen. Yesterday, 8.30 pm, at Theatre 2, EX Plaza.

I stepped up to the cinema with full of expectations, since watching Transformers 1 made my mouth making an "O" shape since the begining of the film until the end. It was over expectation.

Yesterday, I enjoyed every scene it showed me. In the middle of the show, something bothered me, a-want-to-pee-calling, but still, I wouldn't want to miss a single shot of Michael Bay's.

I do agree, it was a fantastic movie. The robots, the fights between them, the romances, or even the tears of Bumblebee were good. It was good, really. But I wasn't impressed. I could say that the storyline was not strong enough.

When I tried to remember what Transformers 1 offered, it was practically not different, the contents were quite similar, only different package. So my guessing was Transformers 1 made me impressed, but Transformers 2 could not, because, as much as I realize now, all I wanted is to watch something new.

Well, it is just me. You guys, I believe, have your own scoring. Is it worth to watch? Of course. It's kind of movie that I want to watch again some other time. And I look forward to another Autobot's sequel.
Flap more...

Monday, May 18, 2009

Teko & Angels and Demons

Judulnya ga nyambung yah? Hihihi... Bis mo posting 2 kali males, ya uda jadiin 1 aja. Tapi keduanya tentang review kok. Yang satu review tempat makan, yang atunya review film.

Teko. Waktu pertama kali liat rumah makan ini, pas g lagi nyari2 Leko. Hampir aja masuk ke sini, tapi karena Fellys nge-rekomend ke Leko, dan dari awal memang rencana ke Leko, so Teko ini dilewatin.

Teko ini berlokasi di PIK, beda beberapa ruko ama Leko. Sajiannya juga mirip2 ama Leko. Menu spesial-nya Iga Penyet juga. Disajikan dengan 4 pilihan sambal, bikin Teko serupa namun tak sama dengan Leko. Iga penyet nya lebih garing, lebih renyah dan lebih berasa dibanding Leko. Kalau di Leko mantab, di sini lebih mantab.

Sempet nyicip juga Iga Bakar Bumbu Kacang. Yang ini juga ga kalah enak. Bumbu kacangnya krasa banget daun jeruk nya *atau daun salam ya?@#!? Enak kok. Buat selingan kalo dah bosen makan di Leko. Hihihihi.... Harganya sama kok. Kalo beda pun ga beda jauh. 75K IDR buat berdua dirasa uda cukup.

Angels and Demons. Bagus menurut g. Walo berbeda dengan cerita di bukunya, ga mengurangi greget kok. Yang sedikit melenceng dari cerita, seinget g adalah:
1. Simbol Illuminati diterima Langdon dari mesin fax, bukan dari kepolisian.
2. Langdon memecahkan kaca perpustakaan dengan menggunakan efek domino rak buku, bukan hanya dengan 1 rak.
3. Langdon berkelahi dengan Hassasin, tidak hanya diam.
4. Camerlengo membakar dirinya di atas gereja bukan di tangga menuju makan Santo Petrus.
Itu juga kalo g ga salah inget sih. Hahahahaha....

Overall, film ini keren. Patung, gereja, Vatikan, semuanya keren. Ga nyesel deh nonton film ini. G yang duduk di baris kedua dari depan, dan nonton dengan kepala nyut2an, masih bisa menikmatinya. TOP dah!
Flap more...

Wednesday, May 13, 2009

Coming Soon

Sejak kepindahan tempat kerja g ke Bintaro, g jadi berhak pulang lebih awal deh, karena masuknya juga lebih pagi. Jam 5 teng, g dah bisa meluncur pulang. Pas ada FIT (Free Indie Tuesday) horor di Blitz Megaplex, g kepikiran buat nonton. Soalnya dulu2 kan ga bisa, secara film diputer jam 7, padahal g baru pulang jam 6 sore.

So, dengan gigihnya g pulang jam 5, trus jemput Andi, pulang bentar buat ganti baju n naruh leptop, trus melaju ke Grand Indo. Tapi sial sungguh sial, macet nya ga ketulungan. Di kemanggisan macet, di tanah abang macet, ga biasanya. Hoh. Tau gt, ga usa ganti baju dulu....

Nyampe Blitz jam 7.20 dan uda penuh. Hux hux... Dan tnyata si Primus yang uda dateng duluan juga ga kebagian tempat. Padahal td nya sedikit berharap kalo si Mus uda di dalem, dia nge-cup-in tempat. Hihihihi....

Mo pulang kok brasa sia2, so abis makan, menguatkan hati buat tetep nonton film horor dengan tajuk Coming Soon. Si Harry pernah bilang di blog-nya film ini dapet nilai 5 dari 5 bintang. So mayan berharap ni film ga mengecewakan.

Film-nya shocking. Tapi g cm kaget sekali sih, soalnya hampir sepanjang film g merem ato kadang nutup mata pake tangan. Hahahahahaha.... Reviewnya bisa dilihat di blog-nya Harry. G takut kejadian selama-seminggu-kebayang-muke-hantu gara2 nonton 4BIA keulang lagi. Wakakaka... Tapi g yakin, walo g ga nutup mata, film ini ga seseram 4BIA.

Overall, sekalipun film ini mengagetkan, dan mayan serem, g ga bisa kasi nilai lebih dari 6 dengan skala 10 buat film ini.
Flap more...

Friday, May 8, 2009

My Bloody Valentine

Film animasi 3D? Udah biasa. Sekarang giliran film non animasi tiga dimensi. Film pembunuhan pula. Killing sphree. Hehehehehehehe...

Yupe, kmrn abis nonton My Bloody Valentine. Horror thriller yang berkisah tentang 'bangkitnya kembali' seorang pembunuh massal setelah 10 tahun dinyatakan tewas terkubur dalam sebuah tambang.

Ceritanya standart walau ada twist di bagian akhir cerita. Tapi efek 3 dimensinya bagus. Jempol bagi pembuatnya. Keren. Ga kurang dari 3 kali g terlompat2 dari kursi g. Kaget, tegang dan hm..... gore.

Bagi yang demen film2 kayak Wrong Turn, Saw dan sebangsanya, pasti suka ma film ini. Adegan2nya disusun sebegitunya sehingga sering bikin kaget. Mungkin karena terlalu sibuk bikin adegan mengagetkan, ceritanya jadi standart. Hehehehehe....

But ini film layak tonton kok, tapi musti yang 3D loh. Sayang cuma diputer di Blitz Megaplex.
Flap more...

Monday, March 2, 2009

Seen-Movie List

Udah lama g ga ngepost tentang film2 yang g tonton di bioskop nih. Karena uda terlalu banyak, g kasi komen tiap film aja yah. Sekaligus pop-corn-meter buat tiap film yang g tonton dari akhir 2008 sampe sekarang.


1. Mamma Mia (27 or 28 Sept 08) : Lumayan menghibur. 3 pop-corn. Review.
2. Laskar Pelangi (30 Sep 08) : No klimaks, datar, tapi cukup menghibur. 3 pop-corn. Review.
3. Body of Lies (10 Oct 08) : Film nya bikin ngantuk. 1.5 pop-corn. Review.
4. Eagle Eye (15 Oct 08) : Menegangkan, sayang endingnya mengecewakan. 2,5 pop-corn. Review.
5. The House of Bunny (18 Oct 08) : Mayan lucu. Tapi sedikit ndeso. 2.5 pop-corn. Review.
6. P2 (30 Oct 08) : Sadis, sadis, dan sadis. Keren. 3.5 pop-corn. Review.
7. City of Ember (8 Nov 08) : Predictable. Kid's movie. 3 pop-corn. Review.
8. Beverly Hills Chihuahua (12 Nov 08) : Lucu, tapi ga banget banget. Standart. 2 pop-corn.
9. Tropic Thunder (15 Nov 08) : Film lucu tapi ga mutu. 2 pop-corn.
10. Quantum of Solace (Nov 08) : Seru, tapi kalah seru dari installment sebelumnya. 3 pop-corn.
22. Twilight (6 Dec 08) : Mayan bagus nih. Sayang adegan fight-nya kurang. 3.5 pop-corn. Review.
12. Black Book (7 Dec 08) : Ceritanya panjang dan sedikit bikin ngantuk. 3 pop-corn. Review.
13. Bolt (10 Dec 08) : Lucuuuuu..... 4 pop-corn. Review.
14. The Day The Earth Stood Still (17 Dec 08) : Standart. 2.5 pop-corn.
15. Transporter 3 (20 Dec 08) : Standart dan cenderung lebay. 2.5 pop-corn.
16. Madagascar 2 (26 Dec 08) : Baguss.... Lucuu.... 4 pop-corn.
17. Australia (5 Jan 09) : Keren!!!! Lagunya bagus. 4 pop-corn. Review.
18. Ip Man (9 Jan 09) : Bagus ni... Hebat. 3.5 pop-corn.
19. Yes Man (Jan 09) : Jayus... Lucu, tapi ga lucu banget. 2.5 pop-corn.
20. Doomsday (17 Jan 09) : No comment. 1 pop-corn.
21. Defiance (24 Jan 09) : Melelahkan, ga ada seru2nya. 2 pop-corn.
22. Red Cliff 2 (30 Jan 09) : Mayan lah... 3 pop-corn.
23. Underworld : Rise of The Lycans (31 Jan 09) : Mengecewakan, dibanding installment sebelumnya, tapi tetep suka. 3 pop-corn.
24. Valkyrie (13 Feb 09) : Again, ngantuk and predictable. 2 pop-corn.
25. Righteous Kill (14 Feb 09) : Twist di akhir cerita ga bisa buat g berdecak kagum. 2.5 pop-corn.
26. Mutant Chronicles (19 Feb 09) : Yuck!!! 1 pop-corn.
27. Marley and Me (27 Feb 09) : BAGUS!!! Romantic, mengharukan, so family-ious. 4 pop-corn.
28.PUSH (28 Feb 09) : Fight-nya seru kayak di game-game. Cerita bikin pusing. 3.5 pop-corn.

Fiuh... banyak ya? Apa ada yang terlewat?
Flap more...

Tuesday, January 6, 2009

Australia

Another movie review neh. Salah satu film yang bagus keluaran tahun 2008. Cara bercerita nya bagus. Kisahnya apik. Pemandangannya mempesona. Yang maen juga TOP. Walau durasinya cukup lama, film Baz Luhrmann ini sama sekali ga terasa membosankan.


An English aristocrat (Kidman) travels to the faraway continent where she meets a rough hewn local (Jackman) and reluctantly agrees to join forces with him to save the land she inherited. Together they embark upon a transforming journey across hundreds of miles of the wolrd's most beautiful yet unforgiving terrain, only to still face the bombing of the city of Darwin by the Japanese forces that attacked Pearl Harbor.

Buat yang suka drama, ditambah action di sana sini, film ini bagus. G sih suka, karena ceritanya juga ga berlebihan, ga banyak ngomong, tapi bisa dibaca dari setiap act yang dilakuin pemerannya. Bisa dibilang sekelas Pearl Harbor, lagipula setting waktunya juga hampir sama.

Lagu di akhir cerita juga bagus. Judulnya By The Boab Tree, dinyanyiin ma Ophelia of The Spirits. Berikut liriknya:

Sing and I will hear you
No matter where you are
A song to light the darkest night
And guide me from afar

And I will never be alone
Now I know you’re somewhere
You’re everywhere to me
You’re the colour in the sky
A reason to believe
And when the rain falls down
You tell a story
And I will hear you
Always near you
By the boab tree

Lay your arms around me
Like the falling rain
Let the feeling drown me
And life begins again

And I will never be afraid
Now I know you’re somewhere
You’re everywhere to me
The warming of the sun upon
The earth beneath my feet
And when the rain falls down
You tell a story
And I will hear you
Always near you
By the boab tree

Oh you are somewhere
You’re everywhere to me
You’re the colour in the sky
And you’re the earth beneath my feet
And when the rain falls down
You tell a story
And I will hear you
Always near you
By the boab tree
Flap more...

Thursday, December 11, 2008

The Vampire, The Lady and The Dog

Yep. Dalam 5 hari g menjadi pengunjung setia bioskop. 3 film g uda g tonton. G bahas satu2 deh ya, n g kasi tau juga tingkat kepuasan g nonton ketiga film ini. Lanjuuut!!!!!

Twilight, Gading XXI, Sabtu, 6 Desember 2008, 03.10 pm, 17.500 dengan Pay 1for 2 BCA. Bagus! Film yang ga bikin nyesel uda ditonton di bioskop. Wajar kalo banyak yang suka. But, there’s ‘but’ here, film ini terlalu ‘cewe’. Terlalu pake ‘feeling’, adegan action-nya pun terasa kurang greget. G dah tau kalo inti film ini adalah percintaan antara manusia dan makhluk penghisap darah, tapi g masih berharap action-nya bisa mengimbangi kesan drama di film ini. Tapi buat g, masih terasa kurang. Hehehehehe… Tingkat kepuasan? 3,5 of 5.

Black Book, Blitz Grand Indonesia, Minggu, 7 Desember 2008, 09.45 pm, Free dengan complimentary pass. Great! Lagi-lagi ini film drama. Tokoh sentralnya adalah seorang wanita Yahudi pada masa kekejaman Hittler. Berkisah tentang pergulatannya sebagai seorang buronan yang memperjuangkan kebebasannya. Paul Veerhoven, sebagai sutradara, berhasil membuat drama ini menarik untuk disimak. G sih mampu berjalan puas saat keluar dari bioskop dan kasi skor 3 of 5 buat film ini.

Bolt, Platinum XXI, Rabu, 10 Desember 2008, 09.25 pm, 15 ribu. Lucu, lucu dan lucu!!!!! Film ini paling seru buat ditonton dibanding kedua film sebelumnya. Disney tanpa Pixar ternyata juga mampu membuat film animasi yang ga kalah bagus. Namun bentuk animasi nya kok mirip sama The Incredibles ya? Hihihihihi…. Puas? Pastinya. 4 dari 5 boleh d buat ni film.

So, what are you waiting for? Grab some popcorn and watch these movies! *padahal temen setia g pas nonton cume segelas lemon tea…
Flap more...

Wednesday, November 12, 2008

Underground : Car Park and A City

Hula!!! Jumpa lagi *nyanyi lagunya Maissy ato Chikita Meidy? Mo ngebahas film ah. Keduanya bersetting di bawah tanah. Dua film yang jadwal pemutarannya kalah pamor ma film2 lain, kayak Eagle Eye dan installment terbaru Bond, Quantum of Solace.

Pertama, P2. Film bergenre thriller ini berlokasi di sebuah area parking sebuah gedung perkantoran. Ceritanya berkisah tentang seorang wanita yang berjuang menyelamatkan diri dari psikopat yang tak lain adalah penjaga area parkir gedung itu. Adegan penyiksaan dan pembunuhannya terkesan vulgar, dengan unsur kaget2 di sana sini. Cukup memanjakan adrenalin yang naik turun otak g. Hihihihi.. Terlebih lagi, pas g nonton film ini, di bioskop cuma ada 4 orang. Haisz....

Aktrisnya ga terkenal, at least g ga tau, but she played quite well. Si Wes Bentley lebih bagus lagi. Overall, film ini memuaskan bakat psikopat g. Hehehehehe... Yah sesuai lah ma tagline nya : A New Level of Fear, the only thing more terrifying than being alone is discovering that you're not. G sempet berpikir ini film hantu kalo baca dari tagline-nya.

Next, City of Ember. Lucu kalo bacanya dengan Bahasa Indonesia. Kota Ember. Wakakaka... Film anak2 menurut g. Cukup menghibur buat g. Kisahnya tentang perjuangan 2 orang remaja, yang ingin menyelamatkan kotanya dari "kepunahan". Mereka tidak pernah tahu bahwa ternyata kotanya berada di bawah tanah *spoiler... Cukup seru, tapi sampai akhir cerita ada satu pertanyaan yang belum terjawab. Mungkin akan dijawab di film berikutnya, karena katanya, City of Ember ini adalah trilogi. Tapi apakah akan ada installmentnya, karena kok gaungnya hampir tidak terdengar? Yah, kita lihat saja nanti.

Tonton aja, kalo kalian penyuka film fantasy yang ga berat2. Sekedar hiburan, film ini cukup layak ditonton di bioskop.
Flap more...

Sunday, October 19, 2008

The House Bunny

Awalnya rada geli mo nonton film ini. Pikir g ini kan film cewe... Warnanya aja pinky di mana2. Tapi setelah nonton.... puas!!!! Ini film cowo kok. Mata kita (baca : cowo) dimanjakan dengan cewe2 yang sip dah.

Anna Farris dan beberapa model playmate

Cerita? Standart lah pasti. Garis besar ceritanya pasti bisa ditebak bahkan sebelum kita nonton ni film. Seorang playmate, Shelley (Anna Farris), diusir dari mansion. Dan karena dia homeless, she tried to find a home for her, yang akhirnya berujung di sebuah sorority yang hampir ditutup. Dimulailah petualangan si Shelley di sini.

Komedi dewasa. Ato bisa dibilang komedi cowo? Walo tidak se-vulgar American Pie, tapi cukup menghibur. Film segar penghilang kepenatan, g rasa. Selain Anna Farris, Katharine McPhee, dan juga beberapa model playmate hadir di sini, bahkan Hugh Hefner pun ikutan nimbrung.

"I Know What Boys Like" yang dinyanyikan jebolan American Idol, Kat McPhee, cukup enak didengar. Oya, g suka banget sama si Rumer Willis(pemeran Joanne). One of hot babes di film ini. Dan ternyata dia anaknya Bruce Willis dan Demi Moore. What a babe... Flap more...

Thursday, October 16, 2008

Body or Eye?

Akhir2 ini lagi keranjingan nonton, g babat abis d film2 yang lagi maen di bioskop, walo ga semua g tonton di bioskop. Jumat lalu, pulang ngantor, g nonton Body of Lies, kmaren malem nonton Eagle Eye di Studio XXI. Dua-duanya tentang terorisme.

Body of Lies. Terlalu berharap banyak dari film ini, g rasa. Dibuka dengan adegan ledakan yang cukup mengagetkan, g dibuat menantikan adegan2 action yang wah. Penantian yang sia2. Tapi selama film, yang didominasi oleh percakapan tingkat tinggi yang membuat kepala ini lelah, ditambah lagi nonton-nya juga malem. So hampir setengah film g terkantuk-kantuk ga jelas. Yah, overall, g sampe sekarang masih bertanya-tanya 'bagusnya di mana ya?' Kalau soal akting, rasa2nya sih pada keren. Tapi bagi g, cerita lebih utama. So, kalo ditanya bagus pa gak, g paling hanya menggeleng dengan senyum-senyum ga jelas.

Eagle Eye. Action movie. Keren dan awesome. Bikin penasaran. But, akhir cerita menjadi bener2 anti klimaks. Kalo klimaksnya 100, dan anti klimaks itu 0, akhir film ini bisa dinilai dengan minus 50. Entah kenapa, g ga suka dengan akhir film ini. Biasa banget, cenderung berlebihan. Tapi seenggaknya g ga ngantuk liat film ini. Ketegangan yang disuguhkan bener2 bisa membuka mata, walo g juga nonton show terakhir jam 21.45.

Akhir kata *kok kayak pidato, kalo disuruh milih Body ato Eye, g milih Eye aja lah. Kalo kata temen g, Eagle Eye merupakan sindiran terhadap pemerintah Amerika. I wonder the way my friend think. G aja ga kepikiran sampe situ. Sindirannya gimana, ya liat aja ndiri ya....
Flap more...

Tuesday, October 7, 2008

Days Off

Halooooooooo!!!!

Uda lama ga nge-post neh. Lagi ga ada ide *alesan-nya sama mulu... Lagi males juga tepatnya. Kali in mo crita2 tentang liburan aja lah ya. Libur lebaran yang diisi dengan bermacam-macam emosi *halah...

Liburan ini cukup membosankan sebenernya, karena temen2 pada mudik dan ada juga yang melancong. Tapi jadi punya lebih punya banyak waktu buat diri sendiri *haeszzzz.... Selaen buat nonton Mamma Mia! dan Laskar Pelangi, duit THR g abisin buat manjain perut. Gaya hidup hedon benar2 tercermin dari perilaku g selama seminggu menikmati hari2 di luar kantor. Serasa uda kayak kuda lepas kandang. *lebay..

Review dikit ya tentang film yang g tonton. Mamma Mia! menurut g lucu, walo beberapa dari temen g bilang jelek. Ga bagus banget sih, tapi cukup menghibur. Cerita standart abis. Dibanding drama musikal sejenis, seperti Hairspray, Mamma Mia! lebih menghibur. Paling gak, g belum sampe ke tahap bosen pas nonton film ini.

Laskar Pelangi is fine. Untuk ukuran film Indonesia, film ini jauh di atas rata2. Setengah mengantuk di bagian tengah, tapi bisa menikmati sampe akhir film. Sayang, klimaks film ini terasa datar. Bahkan g sampe bingung kalo disuruh menunjukkan klimaks dari film ini. Bagian tersedih adalah saat Lintang harus meninggalkan sekolah. Tapi itu pun ga sampe membuat g meneteskan air mata. G bingung karena salah seorang temen g ada yang sampe menangis 3 kali pas nonton film ini. Kalau kesemua buku Hirata dibuat film-nya, mudah2an yang berikutnya lebih bagus... Bravo!

Kabar sedihnya, opa g masuk rumah sakit, hari ini tepat sebulan beliau dirawat di RS. Senin lalu, baru dibawa ke Jakarta, dipindahkan dari RS Panti Rapih, Yogya ke Siloam Hospital di Kebon Jeruk, Jakarta. Dipindahin karena di Jogja kondisinya bukannya tambah baek tapi malah memburuk. And Thank God, setelah dibawa ke Jakarta, kondisinya berangsur membaik dan mudah2an besok atau lusa sudah boleh pulang. Pasti ada yang nanya sakit apa? Waduh, g sendiri ga ter-update, setau g, penyempitan pembuluh darah di otak dan kekurangan natrium, yang mengakibatkan beliau sering berhalusinasi.

Beberapa kali g menemani beliau di RS, dan kadang ngakak gara2 halusinasi beliau *cucu kurangajar, opa nya sakit malah diketawain... Tapi yah gitu, kadang ga masuk akal. Namanya juga halusinasi.

Selama liburan ini g udah mengunjungi Senayan City, Plasa Senayan, Taman Anggrek, Pondok Indah Mall, Mall Kelapa Gading buat berburu lego. Pada tau lego kan? Itu loh serpihan *buset deh serpihan... kotak2 yang bisa dirakit membentuk bangunan2. Kalo ga tau ya berarti masa kecil Anda kurang bahagia *kabur!!!! Lucunya, kebanyakan toko di Jakarta menjual seri Lego yang sama. So walo muter2 tetep aja ketemunya seri itu2 juga. Btw, ada yang punya Lego ga? Yang jaman dulu2. Mau dijual ga? Ato mo ngasi gratis? Ayo, sapa yang punya, jangan malu2.

Jumbo Dragon Roll, jadi makanan favorit g selama liburan ini. Whoa.... renyah dan nikmat. Ada yang mau membagi makanan ini?

Ngomong2 soal makanan g jadi inget ma yang ijo satu ni. Pas pulang greja Minggu kmaren, g beli mie ayam babi di deket gereja. Mie-nya favorit g neh. Uda pernah g bahas di postingan sebelumnya kayanya. Nah, karena males makan di situ dan musti anterin nyokap ke RS, maka beli untuk dimakan di rumah. Setelah nganter nyokap, pulanglah g. Sambil maenan fesbuk, g makan ni mie. Udah lebih dari setengah g abisin, pas g menyumpit satu potong daging merah dan kemudian mengarahkan ke mulut g. Pada saat itulah, g menunduk dan melihat sebentuk ijo bertengger di atas daging merah itu. Apakah gerangan? Setelah beberapa milidetik g perhatiin, ternyata seekor ulat sedang bermalas2an di atas si babi. Buset!!!!!

Si ijo dengan santenya menatap g keheranan. Mungkin pikirnya 'Napa ni orang liat2 g sambil terkaget2. Makan aja g, toh g akan mensuplai kandungan protein di dalam tubuhnya. Heran d. Dasar orang aneh.' Pikiran g pun akan membalas 'Dasar ulet sialan, ganggu makan g aja.' Akhirnya dengan penuh rasa penyesalan karena tidak bisa menghabiskan sisa mie itu ditambah perut yang masih kelaparan, g letakkan mie itu di tong sampah. Fiuh.... Makan pagi yang berlebihan. Lain kali g mo bilang ma masnya, 'Mas 1 porsi mie dengan daging ayam dan babi saja!'
Flap more...

Friday, September 19, 2008

Very Tiring Days

Alooo!!!! Ola!!!!!
Lama tak sua ya? Iya neh, lagi ga ada ide buat ngeblog. Mungkin memang lagi ga kepikiran juga sih. Ini aja rada senggang, jadi kepikiran buat ngeblog.

Nowadays g sibuuuuuk banget di kantor. Ga bisa lepas dari kerjaan. Yah, paling bentar2 doank, bisa haha-hihi di yahoo messenger. Untungnya masih bisa chat di kantor, walo ngetiknya susah bin sulit, seenggaknya mengurangi kepenatan. Akhir2 ini kerjaan g serabutan. Ya meeting lah, ya ngerjain project lah, ya bantu2 field mapping lah, bikin project plan lah. Singkat kata, mumet and kecapean. Tapi, g tetep pulang on-time alias tenggo. Musti dan harus hukumnya, biar ga stres. Toh kalo g mo lembur, jg tu kerjaan ga bakal kelar. Bakal ada terus. Selama masih ada hari esok, esok aja d. Hihihihi....

Sebenernya asik2 aja tuh ngerjain semua. Tapi ada beberapa hal yg kadang bikin g marah ato ngambek *hais, hari gini masi ngambek. Paling sebel kalo kerjaan tu tiba2 ujan batu. Semua2 ke g. Kadang bingung juga mo ngerjain yang mana. Ada 1 project yang requirement-nya ga jelas, sampe2 g musti ngubah program yang g bikin sampe 10 kali. Bikin kesel, cape ati, jengkel, dan marah2. Pertamanya sih g sabar2 aja, g ladenin tuh kemauan 'mereka', tapi lama2 kok menjadi2. Minta ini minta itu. Sampai suatu saat 'mereka' pas mo pulang kantor, minta ubah program. G dah pulang saat itu, dan g baru baca email 'mereka' pagi2 pas masuk. Ya udah, akhirnya g ubah d *ngalah lagi. Eh, jam 10 pagi, mereka dengan enak nya bilang "Tolong dikirim data hasil program ya. ASAP." Jeder!!!! Emosi memuncak ke ubun2. Mank lo kata, g ini robot? Mank kerjaan g cm ngeladenin permintaan kalian?

G dengan penuh emosi meluap2 *mungkin kalo mo rebus telur bisa tuh di atas kepala g, g jawab email mereka dengan nada rada *ato banget yah nyolot. "Program saya sebenarnya sudah jadi, tapi karena ada permintaan ubah program, maka saya musti ubah lagi. Data yang kalian minta, baru bisa saya dapet kalo program udah selesai. Ato kalian mau data yang sebelum perubahan program?"

Ga dijawab tuh email g sampe hari ini. Sadarkah mereka? Mudah2an. Mending kalo mereka tu bos g. Level juga sama, kok minta2 seenak jidat. Jidat g aja ga enak. Hoh! *sabar, sabar, sambil ngelus dada. Ato ada yang mo ngelusin?

Yah, selain itu, masi ada hal2 yg bikin kadang pengen remes2 kepala kelinci. Tapi ya sudahlah... mosok ngeblog isinya cuma marah. Hihihihihi...

Dari beberapa hari yang lalu g lagi addicted ma satu film seri dengan judul Criminal Minds. Yang maen ga terkenal, kecuali si A.J. Cook, tapi ni film g banget.... Tentang sekelompok agen FBI profiler. Keren dah. Yah, ada beberapa scene yang kadang membingungkan dan aneh, tapi so wut lah, g menikmati kok. Ni serial uda ada dari tahun 2005, tapi g baru mulai nonton, itu juga karena rekomendasi Mas Oz. Sekarang uda kelar season 3. Ga tau season finale ato bukan. Yah gara2 ini juga ni, ga sempet ngeblog. Karena tiap pulang kantor, g mencuci otak g yg seharian uda dipake kerja dengan nonton ni film. Bisa dilihat di sini.

Dalam bulan ini, g udah kena flu 2 kali loh *bangga?@!? Kecapean kali ya? Ga tau d. Tadi pagi nyampe kantor pala uda nyut2an. Saking ga tahannya, g minum Paramex. Berangsur2 pusingnya ilang tuh. Tapi pas mo lunch, kok berasa rada aneh di mata kiri. Ternyata eh ternyata, pas g melihat wajah g di cermin. Di bawah mata sebelah kiri sudah timbul benjolan kecil. Blaik, knapa ini? Alergi lagikah? Inget2.... Kayanya sih iya. Gara2 minum Paramex. G alergi ma parasetamol. Bodohnya g. Terakhir minum Paramex, mata g kayak bintitan. Hoh!

Bis lunch cari obat anti alergi di Watson, soale takut kalo bengkaknya tambah gede kayak pas g di Bandung.
G : "Mbak ada CTM?"
Mbak : "Ada, mo berapa Kak?"
G : "Satu aja"
Mbak : "Satu biji?" sambil ngeluarin 1 botol gede berisi pil kuning.
G : "Loh mbak, ga ada yang stripe yah?"
Mbak : "Oh ga ada, kita jualnya per biji."
G : "Oh, ga jadi deh mbak." Pikir g, tu obat2 uda dipegang2 brapa orang, lagian si mbaknya ga pake sarung tangan. Kalo dia abis ngupil gimana tuh. Huekk... "Kalo Dexteem ada ga mbak?"
Mbak : "Gak ada. Incidal mau?"
G : *mikir, belum pernah minum Incidal. "Ga usah deh mbak, makasih ya"

Trus cabut ke Century.
G : "Mbak ada CTM yang stripe?" Uda pengalaman ni, daripada ntar dijualin per biji.
Mbak : "Stripe gimana kak?"
G : "Yang isi 4 itu loh, kayak gini" *sambil nunjuk 1 stripe Decolgen.
Mbak : "Ga ada"
G : "Kalo Dexteem?"
Mbak : "Dexteem? Dextamin kali Kak?"
G : "Bukan, dexteem mbak. Beda kali."
Mbak : "Oh, ga ada"
G : "Ya uda, incidal aja d."
Ternyata Incidal mahal. 1 stripe isi 10, 21 ribu. Hais....

Nyampe kantor, g ga brani minum tu obat, secara belum pernah juga. G pantengin aja tu obat. Sejam kemudian, bengkaknnya uda ilang. Lha... buat apa g beli incidal kalo gitu. *fiuh... Tapi ya baguslah.
Flap more...

Monday, August 18, 2008

4Bia

From the directors of Thai horror blockbusters Shutter and Alone comes four macabre stories: A lonely, unemployed woman receives an anonymous SMS from a possible male suitor and responds to it without realizing that she'll encounter something she'll regret forever. A high school gang playfully cursed people they hate on innocent-looking pieces of paper, but slowly realize that the paper is a deadly charm and soon corpses start to pile up. A group of camping teenagers in the woods argue over who gets to sleep in the middle, prompting one of them to quip that if he were to die, he would haunt the one sleeping in the middle first and he indeed drowns that night. A flight attendant is assigned to fly on a passenger-less charter flight with the body of a royal princess, but is she really alone? 4 directors, 4 fresh realms of horror. (Synosis is taken from here.)

For the horror movie lovers and freaks, this film is a must-seen movie. Between one story to another you have to take a very deep breath to prepare yourself for the next frightening chapter. Really recommended to take up all your guts!!!
Flap more...

Monday, July 21, 2008

Untraceable

Kemarin, pulang gereja, menyempatkan diri untuk nonton DVD. Pilihan g jatuh pada film ini. Sebuah film thriller yang menyajikan perjuangan seorang FBI untuk menangkap seorang pembunuh berdarah dingin.


Sinopsisnya:
Jennifer Marsh (Diane Lane), adalah seorang anggota FBI di bagian Cyber Crime. Berpartner dengan Griffin, Marsh menjadi seorang profesional di bidangnya. Suatu ketika ia menemukan website www.killwithme.com. Pada awalnya sang empunya web menyajikan pembunuhan seekor kucing secara streaming di webnya. Masalah timbul ketika beberapa hari kemudian, setelah di web tampak seorang pria yang diikat dan pada dadanya digoreskan nama web tersebut. Pria itu di-infus cairan kimia ati-coagulan (anti beku darah). Semakin banyak orang yang mengakses web tersebut, semakin banyak pulalah cairan yang disuntikkan pada pria itu.


Pria itu akhirnya mati kehabisan darah. Marsh menyadari kejahatan si empunya web tidak berhenti sampai di situ. Bekerja sama dengan seorang detektif dan partnernya, Marsh berusaha mengungkap dalang di balik semua itu, walau nyawa menjadi taruhannya.

Cerita ini singkat, padat dan gak bertele-tele, malah terlalu singkat. Overall, ini film bagus, bagi para penyuka thriller dan adegan pembunuhan berdarah dingin. Gak se-cult Saw dan film sejenisnya, tapi cukup membuat g bergidik. Twist dan endingnya cukup seru untuk disimak.

Oya, link untuk web ini bener2 ada loh. I've checked. Jangan sekali2 masuk, kalo punya hati *berarti g ga punya donk???
Flap more...

Sunday, July 20, 2008

Free Tickets for The Knight

Yupe! I got free tickets buat liat The Dark Knight. Tentu saja setelah berdiri selama hampir 2 jam. Wakakaka... Niat banget yah. Untuk mendapatkan tiket senilai 25 ribu, g rela berdiri segitu lama. Hahahahaha.....

Beberapa hari sebelumnya, g dapet imel bahwa ada salah satu bank swasta di Indonesia yang mengadakan program nonton gratis *ga gratis juga, wong musti bayar 1 rupiah per tiket, he3... bagi para cardholdersnya. Tadinya ga kepikiran buat ikutan, soale pasti ngantri lama n panjang. Tapi si Ruwi dengan semangatnya ngajakin dateng ke EX jam 2 siang, padahal loket untuk gratisannya baru dibuka jam 4 sore.

Jam 1.30 pm g uda nyampe parkiran EX, tumben2an parkiran penuh, muter 3 kali baru akhirnya dapet. Jalan ke studionya, liat antriannya uda panjang kayak uler gandeng. Tapi untunglah, yang antri tu untuk nonton biasa, bukan gratisan. Usut punya usut, setelah nanya ma pak satpamnya, dan nguping pembicaraan org yg nanya2 ma mbak penjaga stand kartu kredit bank penyelenggara program ini, diketahuilah bahwa nanti akan ada meja buat antri yang letaknya di sebelah kiri.

Kontan, g ma temen2 berdiri di situ nungguin meja. Jam 2 lebih, pak satpam *satpam ato bukan sih, pokonya yg jaga dengan baju item bikin line antrian. Dan YES, g ma temen g uda yakin seyakin2nya bakal dapet tiket, karena kita berdiri di urutan kelima *ato sekitar itulah. Dan karena 1 kartu hanya bisa 2 tiket, dan 1 orang hanya boleh pake 1 kartu maka uda pasti tiket bakal berada di tangan kita.
to be continued....

Dan benarlah, 10 tiket berada dalam genggaman beberapa menit kemudian. 4 tiket di deretan A dan 6 yang lain di deretan D. Not bad, eh? Good malah, walo posisi enak adalah deretan C. Film baru akan dimulai jam 6, sementara jam masih berkutat di angka 4, so kita memutuskan untuk ngisi perut dulu.

Berlarilah *ga lari sih, kita ke EN. Ke sono juga gara2 ada promo kartu kredit 50%. Promo pake kartu apa g ga gitu ngeh, soale temen g yg punya kartunya. G pesen Taco Rice yang ternyata adalah nasi keju sapi bolognaise. Hahahahaha... Untungnya diskon 50%, kalo ga, kayanya uda mencak2 tuh, nasi segitu harganya 65 ribu. Weleh... Sayang lupa diabadikan, bis terlalu asik canda2 ma temen2.

Makan plus ngakak, yang berarti ga hanya bikin perut penuh isi makanan tapi juga angin, menghabiskan waktu menunggu film. So here we go, Batman!!!

G sih menikmati banget film ini, walo ada beberapa scene yang terasa terlalu dipaksakan dan membosankan. Almarhum Ledger bener2 keren sebagai Joker di sini. Dan kayanya film ini lebih cocok kalo judulnya Joker or Why So Serious? Soale Joker lebih ter-ekspos daripasa si Ksatria Kegelapan sendiri. Banyak adegan yang sulit dimengerti or at least ditangkap oleh mata g. Adegan pertarungannya pun kadang membingungkan. Sayang, Harvey Dent mati terlalu cepat *ato belum mati yah? Masi pengen liat aksinya Two Face. Moga2 di sekuel selanjutnya.

Overall, cerita Batman kali ini lebih kelam dan hitam *apaan sih??? G suka dan suka, walo bukan film terbaik tahun ini, setidaknya menurut penilaian g. Hancock masih lebih seru... *beda tipe sih...

Abis nonton, biasa, bingung mo ngapain. Setelah berdiskusi, berdebat, sampe pukul2an *halah, diputuskan untuk cari makan *lagi di jalan Sabang. Ternyata eh ternyata, jalan Sabang ditutup dari berbagai arah. So walo uda muter beberapa kali, mencoba berbagai jalan, tetep aja ga bisa masuk. Hoh!!! Akhirnya makan di Samara Kebon Sirih. Pas masuk, buset, tempatnya bergaya Timur Tengah gitu. Dengan aroma terapi, bau dupa, lampu temaram dan para pelayan yang memakai baju *atau jubah ya? serba hitam, membuat g ngrasa ga nyaman. Seakan2 kita lagi tur ke kraton *berlebihan....
...lebih cocok kalo judulnya Joker...
Meja dan kursi serta peralatan makan ditata seakan2 kita berada di sebuah kerajaan or kraton, walo belum pernah juga masuk kraton. Sendok, garpu dan yang lainnya uda butek2 ga jelas gitu, seakan2 memang uda lama banget. Serem d. Lebih serem lagi pas liat menunya. Whoa..... mahal kaleee.....

Karena memang kita ngirit *ato pelit ya?, jadi kita cuma pesen 4 porsi untuk berdelapan. Hahahaha... Makanan-nya cukup enak, tapi ga cukup enak untuk ukuran sepiring nasi uduk, 2 potong ayam dada dan paha, semangkuk emping dan setangkup buncis dengan harga 58000++. Lagi2 ga sempet difoto, karena takut. Niatnya foto makanan, yang kefoto malah bayangan. Wakakakak....
Flap more...

Monday, July 7, 2008

Hancock

Baru kali ini g nonton di bioskop 2 film yang sama. Baru kali ini juga g taruh movie poster buat review film hasil jepretan g sendiri. *kenapa????


Ga begitu berharap bahwa film ini bagus. Apa sih yang menarik dari superhero? Paling juga gitu2 aja. Standart abiez... Tapi, setelah nonton film ini, kok ketagihan ya... Adegan demi adegan disuguhkan dengan porsi yang pas. Ga kurang ga lebih. Sisipan komedinya juga cerdas tanpa slapstick. Alur ceritanya yang rather twisted membuat g duduk menikmati dengan terus bertanya2 apa yang akan terjadi kemudian. Sebuah film yang akan membuat g sedikit 'surprised' di bagian akhir.

Dan kali ini g ga akan kasi review ceritanya ya. Karena takutnya bakal jadi spoiler. Lebih bagus kalo nonton film ini ga tau apa2. Yang jelas film ini bagus buat g. Most powerful story of superheroes, menurut g loh yah.... Bagi yang suka banget ma film action, mungkin bakal sedikit kecewa, karena action-nya relatif ga banyak. Tapi untuk penikmat story film, akan terpuaskan rasanya.

Trus kenapa g pasang hasil jepretan g sendiri? Liat baik2 di kacamata yang dipake ma Hancock d. Pantulannya adalah gambar Bundaran Hotel Indonesia. Ho3. Apakah Hancock mampir ke bundaran HI di film ini? Jangan berharap d, karena bundaran HI sama sekali tak terlihat di film *spoiler neh... Mungkin ini hanya akal2an tim marketing film yang cukup cerdas dan 'licik', sehingga membuat orang yang tidak tahu film ini, jadi kepengen nonton. Hohohoho.... Oya, yang nemuin hal ini bukan g loh, tapi si Handy.

Quote keren:
People : As*h*l*!
Hancock : Call me that one more time! *wuzzzzz....... Flap more...

Monday, May 26, 2008

Indiana Jones

Setelah minggu lalu g dikejutkan oleh Caspian, minggu ini g cukup dibuat 'patah hati' sama om Indy. *loh, hans knapa???

Ya gimana donk, bis si arcahelogist ini ngasi suguhannya biasa2 aja. Di film Indiana Jones and The Kingdom of The Crystall Skull ini gak ada yang wah. Biasa2 aja. Cenderung melelahkan nonton kali ini. *ato mgkn g yang memang cape kali ya Alurnya ga rumit, tapi muter2. Hohoho... So predictable. Pertemuan antara Indy dengan Marion, trus fakta bahwa Mutt adalah anaknya om Indy terasa terlalu dipaksakan. Untung saja, bumbu canda dan kekocakan masi mewarnai film ini. So, walau mayan kelelahan, masi bisa ketawa-ketiwi. Oya, g menangkap sinyal *hp kali ya?@!? kalo om Spielberg bakal bikin lanjutan film ini dengan Shia Labeouf sebagai tokoh utamanya. Soalnya pas di scene terakhir, ada adegan Mutt mo ngambil topi nya Indy, which is simbol dari Indiana Jones, tapi kemudian diambil ma Indy. Acting Cate dan Shia bagus. Walo kemunculan keduanya ga sebanyak Ford yang memang tokoh utama di film ini.

Buat g, ni film ga sanggup memuaskan hasrat g *hasrat??? ohhhh....
This newest adventure begins in the desert Southwest in 1957 – the height of the Cold War. Indy and his sidekick Mac (Ray Winstone) have barely escaped a close scrape with nefarious Soviet agents on a remote airfield.

Now, Professor Jones has returned home to Marshall College – only to find things have gone from bad to worse. His close friend and dean of the college (Jim Broadbent) explains that Indy’s recent activities have made him the object of suspicion, and that the government has put pressure on the university to fire him. On his way out of town, Indiana meets rebellious young Mutt (Shia LaBeouf), who carries both a grudge and a proposition for the adventurous archaeologist: If he’ll help Mutt on a mission with deeply personal stakes, Indy could very well make one of the most spectacular archaeological finds in history – the Crystal Skull of Akator, a legendary object of fascination, superstition and fear.

But as Indy and Mutt set out for the most remote corners of Peru – a land of ancient tombs, forgotten explorers and a rumored city of gold – they quickly realize they are not alone in their search. The Soviet agents are also hot on the trail of the Crystal Skull. Chief among them is icy cold, devastatingly beautiful Irina Spalko (Cate Blanchett), whose elite military unit is scouring the globe for the eerie Crystal Skull, which they believe can help the Soviets dominate the world ... if they can unlock its secrets.

Indy and Mutt must find a way to evade the ruthless Soviets, follow an impenetrable trail of mystery, grapple with enemies and friends of questionable motives, and, above all, stop the powerful Crystal Skull from falling into the deadliest of hands.
Dari 10 butir popcorn, g cuma bisa kasi 7 d buat film nya om Ford ini. Ni foto yang g ambil pas mereka selesai shooting *wakakkaka... mana mungkin???

Shia Labeouf, Steven Spielberg, Ray Winstone, Karen Allen and Harrison Ford

Flap more...

Monday, May 19, 2008

The Chronicles of Narnia : Prince Caspian

Diawali dengan gak gitu greget nonton film ini, secara film pertamanya far from my expectation, berangkatlah g ke EX untuk nonton ni film, bareng Lia, Ruwi and Handy. Nonton yang jam 21.45 di studio 2, dikarenakan sebelumnya pengen nonton laga final Uber Cup antara Indo vs China.

Back to Caspian, film ini membuat g hampir ternganga sepanjang film. Sungguh berbeda dengan prekuelnya, film ini menyajikan suguhan yang benar2 WAH buat g. Entah karena g yang penggemar segala sesuatu yang berbau fantasi, atau memang film ini luar biasa. Adegan demi adegan tertata rapi, ditambah dengan perang kolosal yang membuat g berdecak kagum *berlebihan mode on

Synopsis nya kayak gini (taken from here):
One year after the incredible events of The Lion, the Witch and the Wardrobe, the Kings and Queens of Narnia find themselves back in that faraway wondrous realm, only to discover that more than 1300 years have passed in Narnian time. During their absence, the Golden Age of Narnia has become extinct, Narnia has been conquered by the Telmarines and is now under the control of the evil King Miraz, who rules the land without mercy.

The four children will soon meet an intriguing new character: Narnia's rightful heir to the throne, the young Prince Caspian, who has been forced into hiding as his uncle Miraz plots to kill him in order to place his own newborn son on the throne. With the help of the kindly dwarf, a courageous talking mouse named Reepicheep, a badger named Trufflehunter and a Black Dwarf, Nikabrik, the Narnians, led by the mighty knights Peter and Caspian, embark on a remarkable journey to find Aslan, rescue Narnia from Miraz's tyrannical hold, and restore magic and glory to the land.

Finally, g bisa kasi 9 dari 10 popcorn buat film ini. Keren, keren dan keren..... Puas banget nontonnya....

Oya, ada cerita memalukan neh....
Sebelum masuk studio, g sempet nanya ma Ruwi, 'Kita di seat mana?'. Dengan pedenya Ruwi jawab, "Di baris C". Nah pas masuk, kita bingung, soale baris C kok ada orang. Langsung d, g ambil tiket di tangan Ruwi dan langsung menuju ke depan orang itu. Kebetulan tiket orang yang duduk di situ ditaruh di senderan lengan dan keliatan ma g. Mata g bolak balik melihat nomor kursi yang tercetak di tiket kami dan di tiket mereka. G liatin, pelototin, kok angkanya sama, 11. Ga lama, setelah bingung ngeliat kita, cewe yang duduk itu bilang, "Kalian di D kan, di depan tuh!" *gubrakkkkk..... Sontak, g melihat huruf D di tiket g, yang sedari tadi tak terlihat oleh mata g. *maluuuuu..... seluruh tubuh ini pengen mengecil sampe kayak kecoak

Me : "Gila lo Wi, bikin malu, katanya C"
Handy : "Iya neh, Ruwi." "Sory ya, sori loh" *si Handy ngomong ke cewe tadi dengan suara yang bisa didenger hampir seluruh penghuni bioskop
Ruwi : "Loh, padahal tadi g bilang ma mbak nya minta C loh"

Tapi ternyata sodara-sodara, kemaluan rasa malu g ga berhenti di situ. Pas g duduk di seat g, tutup gelas lemon tea g tiba2 lepas, gelas yang g pegang melorot turun dari tangan g, dan isinya membasahi seat, celana dan hp g. Gila..... Untung saja, hanya sebagian *what???, isinya yang tertumpah. Untungnya lagi selama setengah film, kursi di sebelah g kosong *bingung juga, orang di sebelah g baru masuk pas film uda ampir setengah nya. So g bisa duduk di kursi sebelah, menunggu kursi g kering. Hoh.... Malu, malu dan malu..... Untung saja, sekali lagi, untung saja, film nya baguuuuuuuus.... Kalo gak, udah d, ga ketutup tu rasa malu g. Mana g musti ngerasain dingin di sekitar celana g...... *brrrr.. Flap more...