Wedew... judulnya aneh ya? Hihihi... Bis bingung mo kasi judul apa. Tapi ini rada2 nyambung kok. Perjalanan hari ini benar2 menelan kami. Kami ditelen ma laut, tenaga kami juga ditelen sampe kecapean... Yuk baca cerita g. Eh, ambil teh n biskuit dulu, biar enak bacanya.
Hari kelima. It was fun yet exhausting. Jam 8.30 WITA, kami uda harus check out dari Oasis menuju Mercure Hotel. Hotel paling mahal selama perjalanan kami ini. Kami memang sengaja memilih hotel mahal buat sekedar memuaskan hedonisme kami. Hehehehehehe..... Setelah nitip barang di Mercure, kami berlima, tanpa Jerry dan Fellys -mereka memutuskan untuk ga ikutan watersport, dikarenakan kondisi badan yang lemah... oops, kecapean, hahahahah-, dengan mobil jemputan berangkat ke Tanjung Benoa.
Sesampainya kami di sana, disambut ma pria berbaju merah. Pak Gede ato Pak Made gitu namanya. Cuaca dilaporkan cerah dengan angin yang bersliweran. Wahana pertama : Jet Ski. Uasikk.... Kebut2an di laot, menerjang ombak, menantang badai... *boong dink* Bis itu banana boat yang super duper ga seru, trus lanjut ke menu utama : Scuba Diving.
Sebelum nyelem, kami dikasi briefing singkat tentang bagaimana cara bernafas menggunakan tabung oksigen di bawah nanti. Puas terbriefing, kami dibawa ke tengah laut trus dicemplungin satu2. Sempet panik karena ombak yang hilir mudik menerpa. Tapi ga berapa lama pun terbiasa. Mulai nyelem, trus kasi makan ikan yang buanyak.... Asik sih, tapi lama2 tenggorokan jadi kering dan pengen batuk. Sempet foto2 dan di-videoin di bawah. Si Primus dengan semangat 45 dan gaya-nya yang narsis sempat mengacungkan
2 jari membentuk lambang victory sambil tersenyum mencoba memamerkan giginya yang indah *what????, lupa kalo dia sedang berada di kedalaman 5 meter. Of kos, aer masuk memenuhi mulutnya. Ketelen ga si Mus? Bodoh ah... Instead pajang foto Primus yang sesuai peribahasa sambil menyelam minum aer, g pasang foto g aja ya... Pengen eksis gitu....
25 menit berlalu terlalu cepat. Kami musti naek ke permukaan, sebelum sirip muncul di kanan kiri tubuh kami. Setelahnya, sesuai paket harusnya kami menjajal parasailing, tapi karena angin yang begitu besar, wahana nya dituker dengan banana boat, yang lagi2 super duper huper muper luper ga seru.... Hoh...
Sehabis berolahraga aer, perut kami teriak2 minta diisi. Laper gila. Di tempat itu jual berbagai nasi dan mie goreng. Ya udah d, pesen nasi goreng ayam seharga IDR 15.000. Entah karena laper ato karena doyan,
g makan dengan lahapnya nasi goreng itu. Puas makan, kami pulang kembali ke hotel.
Di Bali masa cuma spend time di hotel sih? Belum jalan2 di Kuta Beach neh. So, kami berlima, again, -Jerre n Fellys uda kepanasan katanya-, nongkrong di pante Kuta. Ga lama duduk, ada mas2 yang nawarin temporary tattoo. Setelah berdebat alias tawar menawar dengan begitu sengit, satu persatu dari kita di-cap dengan indahnya. Bisa tebak ga, dari foto ini masing2 tattoo punya sapa? If you really know me, pasti tau tatto g yang mana....
Duduk dan sesekali berfoto2 dengan narsisnya, kami menunggu matahari terbenam. Lagi2, keamatiran g mencoba mengabadikan indahnya mentari menuruni langit. Sungguh sayang, waktu itu matahari nya sedang sakit, so minta diselimutin ma si awan2. Ya wes lah, ga berhasil deh g nya.... hux hux...
Balik hotel, menceburkan diri ke kolam renang, sekedar ga mo rugi dan mo cobain kolam renang hotel. Ternyata dari kolam renang hotel pun bisa menikmati sunset. Huh... Ga bisa renang lama2, karena musti mandi dan bersiap2 untuk makan malam.
Tepat jam 8pm waktu setempat, mobil jemputan sudah menunggu di lobi hotel untuk membawa kami ke
Sharkeys Seafood di Jimbaran. Bayangan g adalah resto di pinggir pante yang ramai dan penuh lampu. Ga jauh si dari bayangan g, hanya saja tak ada kata 'ramai' di sana, malah cenderung terlalu sepi, dengan pemandangan laut yang gelap dan hitam. Di kejauhan hanya tampak lampu kota Seminyak. Makanan nya lumayan enak. Tapi ga terlalu istimewa.
Sharkeys Seafood, Jimbaran
Total kerusakan : IDR 420.000/7 pax (***)
Menu : Seafood (**)
Rasa : Enak tapi ga spesial (***)
Venue : Tepat di pinggir pantai, sayang kurang ramai dan kurang terang.
Dengan kembalinya kami ke hotel, berakhirlah kesenangan hari itu. Tadinya mo nongkrong lagi di Starbucks, melewatkan malam terakhir di Bali, tapi apa mo dikata, badan sudah letoy.... loyo....
Well, karena Jerry dan Fellys ga ikutan kami ber-watersport, ini ada cerita dari Jerry:
Hari itu g n fel ga ikutan dia orang ber-watersport di Tanjung Benoa. We decided to enjoy Kuta! Jadi hari itu setelah kita pindah hotel dari Oasis ke Mercure, g sewa motor deh, dapet Yamaha Nuvo seharaga IDR 50.000 untuk 24 jam. Padahal baru sekali bw motor matic, tp ngaku sm orangnya uda sering bw. Alhasil pas disuru buka bagasi g bingung d, kok gak ada lubang kunci di bwh jok
motornya ya -seperti di motor2 pada umumnya-, ternyata untuk buka bagasinya dari lubang kunci kontak jg toh...
So jalan2 keliling Kuta di hari yg panas abis itu dimulai d. Pertama2 tujuan kita uda jelas, yaitu cari tempat refleksi! Dan kita nemunin tempat refleksi di Legian, setelah ngelewatin tempat refleksi pertama -yg aga2 sepi-, kita berenti d di tempat refleksi kedua -yg ternyata juga sepi- karena uda males cari2 lagi. Pijatannya enak *ntah karena uda pegel bgt atau memang beneran enak yg pasti service-nya oke, sampe g kasih extra money karena yg mijetin g jg kasih extra time.
Habis dari refleksi kita meluncur lagi naek motor di sepanjang jalan Legian, sambil coba cari2 toko yg jual diskonan crocs yg sebelumnya keliatan, tp hari ini gak ketemu tuh toko dan kita udah muter sampe kita di pantai Kuta lagi. Akhirnya kita putuskan mau muter sekali lagi sambil liat baju dan setelah itu langsung ke arah Discovery Mall. Kesan pertama dari mal ini -secara g baru pertama kesono- kok biasa aja ya, mungkin ekspetasi ketinggian kali ya. Jadi disana kita cuma makan doang, nasi campur2 gt dan Fel mkn es campur, rasanya biasa2 aja.
Bis mkn, sekitar jam 2, kita langsung cabut ke Mercure d, pengen nikmatin hotel mahal dihari itu *hohohoho.... Sampe di Mercure, kita ternyata masih harus nunggu di resepsionis krn kita minta kamar yg sebelahan. Dan ga lama kemudian kamar sudah beres di set up.
Kesan pertama dari kamar di Mercure, kok keliatan kecil ya dibanding sama the Oasis. Kelebiannya ada balkon, kamar mandi lebih oke, dan sistem kunci kamar yg uda pake kartu. Walo kamarnya kecil, tp tetep terasa nyaman hotelnya.
Flap more...
Wednesday, February 18, 2009
Day 5 - The Journey Swallows Us
Snag ::: Curious Captured, Delicious Delight, Joyfull Journeys 18 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
9:45 AM
Wednesday, February 11, 2009
Day 2 - The Journey Continues
Alarm hp g teriak2 lagi di jam 05.00 am (GMT +8) tanggal 5 Februari 2008. Fiuh, liburan sih liburan, tapi kok bangun jadi lebih pagi dari hari kerja. Tapi demi lumba2, kami rela bangun subuh2 deh. Ga pake mandi, ga pake sarapan, kita nungguin si tukang jukung yang akan membawa kami mengejar lumba2. Jam 05.30 am, si tukang jukung berlari2 kecil. Dan membawa kabar....
BURUK!!!! Hoh! Katanya ga bisa ngejer lumba2, soalnya di tengah laut lagi ujan gede. Padahal di darat lagi cerah, terang dan bersinar warna warni *halah lebay...
Udah bangun pagi2, tapi batal. Akhirnya kami para cowo kembali ke kamar dan tidur. Yang cewe ke kolam lumba2, buat foto bareng lumba2.
Sejam kemudian, g bangun karena perut ini sudah pengen diisi. Breakfast di halaman hotel, sambil foto2 halaman hotel. Abis mandi dan berberes, kami berangkat ke Kintamani - Kedisan untuk makan siang di floating restaurant.
Pemandangan ke arah sana dihiasi dengan mahakarya Sang Maha Kuasa yang begitu indah. Pahatan gunung, ukiran langit, coretan danau begitu mempesona mata g yang sehari2 hanya melihat kotak monitor dan tuts tuts kecil. Sempat mengabadikan gambar Sang Pencipta dengan kamera kecil g, walau warna yang dihasilkannya tidak seindah aslinya. Sesekali kami berhenti di pinggir jalan untuk sekedar menghirup udara segar di sana.
Pemandangan di floating resto di Kedisan lebih rupawan. Hamparan air yang berujung bukit, tampak begitu sempurna. Kenarsisan kami pun muncul untuk bersanding dengan alam, berusaha mengalahkan kemolekan alam dengan tingkah dan gaya kami yang tidak bisa dibilang normal.
Floating Restaurant - Kedisan
Total kerusakan : IDR 245.000,00/ 7 pax
Menu : 1kg ikan nila bakar, 1 kg ikan nila goreng, tempe goreng, kangkung plecing, ca sawi daging, ayam goreng mentega
Rasa : Standart abis
Venue : Di dalam sebuah pondokan yang diletakkan di atas bambu2 yang ditata sedemikian rupa sehingga mengapung di atas danau. Great view!!!
All : **
Kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke selatan, menuju Tirta Empul, Tampaksiring. Sesampai di sana, kami diharuskan memakai kain, untuk menutup kaki, secara kami semua hanya mengenakan celana pendek. Tak tahu menahu tentang sejarahnya, kami hanya berputar2 dan melihat2 batu2 yang terpahat sambil sekali lagi berfoto2.
Tak lama kami di sana, kami pergi ke Klungkung untuk mengunjungi obyek yang biasa digunakan untuk foto pre-wedding yaitu Tukad Unda. Ternyata Tukad Unda adalah sungai besar namun dibuat bertingkat. Mungkin karena inilah disebut Unda? Tak tahulah g. Sungai ini digunakan oleh penduduk sekitar untuk mandi, mencuci pakaian, dan b*k*r *oops... Sungguh pemandangannya seperti Sungai Ciliwung di Jakarta. Mengecewakan memang, tapi seenggaknya sudah pernah tahu dan sudah pernah ke sana. Hehehehehe...
Karena tak ada kegiatan lain, kami pergi ke Goa Gajah di Gianyar. Seharusnya ini menjadi tujuan di hari ketiga, namun karena masih sore dan tak ada rencana lain, kami mampir ke Goa Gajah ini. Kali ini kami ditemani pemandu dadakan. Pemandu yang tiba2 memandu kami, sambil sesekali menawarkan diri untuk memotret. Ya, ga mungkin ditolak, secara kami semua gila difoto. Wakakakakaak... Sementara sang pemandu asik berceloteh, g sibuk dengan kamera g, jepret sana jepret sini. Terlalu sayang untuk ga dijepret. Setelah puas melihat-lihat, terjadilah percakapan ini:
Hans : Eh pemandunya mo dikasi berapa?
Mus : Ceban (IDR 10.000) yah?
Hans, Lia, Nene : Hah??????
Mus : Oh ya uda, goceng (IDR 5.000) aja.
Hans, Lia, Nene : HAH??????? *sambil ngakak
Akhirnya kami memutuskan untuk kasi tips IDR 20.000 ke pemandunya. Ternyata, si pemandu malah minta IDR 40.000. Katanya uda harga pasaran. *gubrak, untung aja ga dikasi goceng....
Sepulang dari Goa Gajah, perut minta diisi. Cuaca mendung bikin g pengen mencicip bakso dan kebetulan ngeliat warung bakso pinggir jalan. Tapi, sodara2ku.... bakso nya berasa aneh, judulnya bakso ayam, tapi ada tulang2 putih kecil2. Kuahnya pun berasa aneh. Jangan2 ini adalah bakso t*k*s oops..... tapi ya sudahlah, sudah masuk ke perut mo gimana lagi. Sementara yang lain heboh membahas itu bakso dari mana, g tenang2 aja menghabiskan seluruh isi mangkok. Uda kelaperan euy.... *rakus dan jorok g ini ya...
Kenyang makan bakso aneh itu, kami mencari hotel yang telah dibooking sebelumnya.n Cukup susah mencarinya, namun akhirnya ketemu juga. Dan ternyata letak hotel ini tepat di depan Rumah Makan Bebek Bengil (Dirty Duck Diner). Kami menginap di Puri Dalem Cottages di Ubud.
Suasana hotel lumayan nyaman dan ga terlalu mahal. Sehabis check-in, kami menikmati sore di pinggir kolam renang. Ngobrol, cekakak cekikik, dan kemudian dilanjutkan dengan mandi bersama *maksudnya pada saat bersamaan. Hampir jam 21.00 waktu Bali, kami melangkahkan kaki menyebrang di depan hotel untuk menyantap bebek2 goreng. Suasana di Ugly Duck Diner temaram. Romantis kali buat yang pacaran.
Ugly Duck Diner / Bebek Bengil
Total kerusakan : IDR 574.035,00/ 7 pax
Menu : Masing-masing 1 porsi bebek goreng + Ice Tea/Lemon Tea/Orange
Rasa : Enak... Mak Nyus...
Venue : Dalam sebuah pondokan di tengah sawah. *bener sawah ga ya? soale ga gitu keliatan, uda malem....
All : ****
Flap more...
Snag ::: Curious Captured, Delicious Delight, Joyfull Journeys 14 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
2:18 PM
Day 1 - The Journey Begins
Bangun pagi di hari kerja biasanya g lakuin dengan bermalas2an. Tapi hari itu, 4 Februari 2009, g langsung bangun pas alarm hp g berteriak2 kegirangan tepat pukul 4.30 WIB. Makan roti breadtalk yang g beli semalem, trus mandi dengan aer anget, bis itu nunggu mobil Nene. Pagi itu ujan gede. Berdoa sebentar sambil berharap ujan reda.
Ga lama kemudian, mobil Nene berenti di depan rumah g. G masukin koper g dan kita melaju ke rumah Lia. Seperti biasa si Ibu satu ini doyan banget dengan kata 'lama', walo kali ini kita nunggu cuma 5 menitan. Jalanan ke arah erpot disiram dengan ujan yang walo ga sederas sebelumnya, tetep aja bikin ga enak.
Pas nyampe di erpot, ngeliat that Jerry and Fellys uda nyampe duluan dianter Ahau. Ruwi n Handy (Mus) juga uda nyampe. So barengan kita ngantri buat check-in. Satu jam kemudian kita uda ada di langit kota Jakarta, leaving Jakarta for a week escape from our routinities.
Pas nyampe di Ngurah Rai Airport, mobil yang kita sewa uda nunggu di sana. Setelah masuk2in koper yang se-gedumbrang (saking banyak n gedenya), kita bertujuh berjejalan di dalam Suzuki APV silver yang kemudian membawa kita ke Bali Utara. Jerry yang kebagian jatah nyetir. Tujuan kita Bedugul buat makan siang di Mentari Restaurant.
Perjalanan dilalui dengan semangat *namanya juga baru hari pertama. Sayang, nyampe di Mentari Resto dalam keadaan ujan lebat. Sempet ada masalah dengan reservasi di sana, karena ternyata vendor tempat kita reserved, belum konfirmasi dengan Mentari Resto. G kesel ma vendor ini, tapi cukup puas dengan servis manajemen Mentari Resto, karena merekalah yang membereskan urusan reservasi itu tanpa mempersulit kita.
Mentari Resto:
Total kerusakan : IDR 445.000/ 7 pax (**)
Menu : Buffet (Nasi goreng, Mie goreng, Fu Yung Hai, Sate Ikan, dll) (**)
Taste : Standart (**)
Venue : View ke arah Danau Ulundanu Bedugul, tapi terhalang2 oleh kabel2 listrik. (***)
All : **
Setelah menikmati makan siang di Mentari, tadinya kita mau berjalan2 di Pura Ulundanu, tapi karena ujan deras, kita lanjutin perjalanan ke Air Terjun Gitgit. Nyampe di daerah Gitgit, ujan juga belum reda. Tapi karena ga ada acara, kita nunggu di mobil sambil membereskan koper2 yang berserakan. Hampir 15 menit kemudian, ujan uda mulai reda, dan kita nekat menuruni lereng, berjalan kaki menuju air terjun Gitgit.
Nyampe di sana, g hanya bisa berdecak kagum. Indah. Ada 3 aer terjun yang kita kunjungi dalam 1 wilayah. Dan salah satunya kembar. G berhasil mengabadikan keindahan mereka dalam kamera g. Puas.... walau capek....
Lovina jadi tujuan kita setelah berfoto-foto di Air Terjun Gitgit. Mengarahkan mobil ke arah Singaraja kemudian berbelok ke arah Lovina, memakan waktu kurang lebih 1 jam. Sesampai di hotel, kami sempet berenang, sebelum akhirnya memutuskan untuk mandi dan kemudian mencari makan malam.
G lagi membereskan koper saat Jerry berteriak dari kamar mandi 'Hans, ada plester ga?'.Dengan santainya g jawab 'Ada' sambil mencoba mencari Hansaplast di kotak obat g. Trus g menuju kamar mandi, dan g kaget pas ngeliat genangan darah di lantai kamar mandi. Jari Jerry sobek kena pecahan shower yang dia puter2 biar gedein debit air yang keluar dari shower.Spontan, g lari ke arah resepsionis, tentu saja setelah memakai baju, karena tadinya g cuma pake celana renang, buat minta alkohol dan obat merah, sukur2 kalo ada perban.
'Mbak ada obat merah dan alkohol?' tanya g sesampai di resepsionis. Si mbak berjalan ke kotak P3K dengan gemulainya dan mulai mencari alkohol.
Mbak : 'Wah ga da tuh, cuma ada obat merah?'
G : 'Yang botol putih itu apa Mbak? Rivanol ya?'
Mbak : 'Em iya.'
G : 'Ya itu boleh deh'Setelah mendapatkan perlengkapan perang, g lari lagi balik ke kamar. Darah masi keluar dari jari Jerry. G tarik jariknya, trus g sirem pake Rivanol, bis itu g kasi Betadine, trus g bungkus kapas n g teken tu luka. Bah, padahal g takut liat darah n luka. Tapi mo gimana lagi... G sempet minta Ruwi buat mintain es batu, buat bekuin darah. Tapi ternyata hotel itu ga da es batu. Bah... hotel kok ga punya es batu!!!! Tapi sukurlah, darah nya uda brenti ngalir waktu g teken.
Setelah g mandi, kami baru cari makan. Di Lovina masih sepi. Jalanan gelap dan jarang terlihat resto ato rumah makan. Satu2nya resto yang cukup terang dan nyaman untuk dikunjungi, menyajikan nasi goreng bali dan nasi goreng merah serta beberapa menu lainnya.
Chi Chi Resto
Total Kerusakan : IDR 178.750 / 7 pax (***)
Menu : Nasi Goreng Merah + Es Teh Manis (**)
Rasa : Standart (**)
Venue : Gelap (*)
All : **
Karena ga kenyang, g membeli 1 loyang martabak manis isi keju. Ukurannya kecil dan hanya 7000 rupiah. Tapi cukuplah.
Setelah makan, kami kembali ke Melka Exelcior Lovina buat beristirahat. Berakhirlah hari pertama di Bali.
Flap more...
Snag ::: Curious Captured, Delicious Delight, Joyfull Journeys 7 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
9:51 AM
