"Kapan mau nikah? Udah pas loh umurnya."
"Ayolah, papa mama mu sudah pengen cucu tuh!"
"Cari cewek donk."
Marriage is somehow a must in this country, at least for the elders. I won't mind coming to wedding parties, I do enjoy family gatherings as well. There's a big BUT coming in.....
Lemme start with my simple question, when we ask someone (that is not really close to us) about his/her personal life, do we really care? Or are we just playing nice?
Though I don't like being asked about this kind of my personal life, I, well, try to be nice. So I smile and use this 'we-will-see' statement as a default answer.
I'm not saying I don't wanna be in a relationship. But I don't wanna be reckless. It's a lifetime matter, for my sake. Being single is an option, and for now I've chosen that path. I'm not ashamed of being single and I don't think it is an embarrassment for anyone.
The thing is I am happy now. You might ask what my parents think about this, whether they are okay with my being single or not. I tell you this, they understand.
I have been nice these times, but I'm getting tired being asked that foolish yet pretend-to-be-caring questions over and over. So, please, unless you can prove me that having a partner can make me happier than I am now, you'd better not ask me to find one nor worse, ask me when I will marry someone. Cause if you think you are nice by asking those, you are just wrong.
Flap more...
Thursday, June 30, 2011
Being Single
Snag ::: Personal Paradigms 2 Bite(s)
Scratched by
heinzious
on
9:22 AM
Thursday, July 8, 2010
Wishful Imagination
I know you eyes in the morning sun
I feel you touch in the pouring rain
....
Sepenggal lagu How Deep Is You Love mengalun melalui earphone, menemaniku di pagi ini. Sayang bukan hangatnya mentari yang kurasakan, namun dinginnya udara akibat hujan deras di luar sana. Semangkuk mie kuah atau seporsi bakso panas, ditemani oleh segelas teh atau susu hangat sepertinya akan sangat pas kunikmati saat ini.
Lengkap juga bilamana ada seseorang di sisi, berpeluk saling memberi kehangatan. Hahahaha....
Well, aku suka hujan di pagi hari. Walau hujan membuat kantorku menjadi sedingin es, tapi aku menyukainya. Hujan membawa begitu banyak kenangan, pahit manis, lucu menyedihkan... Aku tidak hidup di masa lalu, tapi aku menikmati mengingat semuanya. Masa lalu lah yang membentukku hingga aku bisa seperti sekarang.
Intinya, hujan membuatku bersyukur.
Have a blessed rainy day, everyone...
Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms, Regular Roars 0 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
10:09 AM
Monday, July 5, 2010
Love Does Need Reason(s)
Couple weeks ago my friend posted a question on her facebook wall. It was said 'Does love need reason?' I was intrigued. I remembered I've read an article that said that love didn't need any reason. Well, I doubted it.
Love does need reason(s), at least for me. You can't randomly fall into someone who doesn't attract you. It's a reason for a starter. You fall for someone who attracts you.
The article said if you love someone because of reason(s), when the reason(s) has gone, you won't love her/him anymore. You have to love someone with 'though' clause. It's like you love someone because she is beautiful then when she gets older and there are wrinkles on her face, you won't love her anymore. Ain't it too shallow?
Also in that article, it is said your parents do not need any reason to love you, they love you for what you really are. But, is becoming-their-son/daughter itself not a reason?
For me, to fall in love, it needs reason, no matter what it is. You may not be able to find out what the reason is, but somehow you are attracted to him/her. You fall in love to someone instead of the other, there must be something, right? That is the reason, no matter how ridiculous it could be.
But it doesn't just stop there. To love, well, it needs more than reason(s). It needs commitment. And here it goes the 'though' clause, so that you will always love your partner THOUGH he/she is not what he/she used to be.
Again, it's just for me. Instead of arguing whether love needs reason(s) or not, let's just fall in it, feel it, commit to it, and enjoy it because as everyone says 'love is the greatest gift of all'.
Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms 3 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
3:23 PM
Monday, September 28, 2009
It's Been A Year
What's been a year?
A new me. Me, who started to learn about what life really is. A life that was filled with love. Love itself, as the time went by, was not only what I felt, but what I committed to, what I did for it, what sacrifice that I was willing to make.
Life, like love, for me, is about understanding. The meaning of life, is not how I regret and being grumpy because of what I can not reach. It is about how to accept and understand that there are many things I can not control. Like I always say, life ain't beautiful until I decide it is.
I have learnt so many, yet I did make mistakes. I laughed a lot, yet tears went down. But that is how I grow up. It is not my birthday, nor my wedding day. But this day is special, I thank God for giving me this day one year before.
*postingan ga penting nih, cuma asal nulis*
Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms 0 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
9:34 AM
Monday, May 4, 2009
What Love Is
"I have found the paradox,
It is Mother Teresa's.
What do you think?
Snag ::: Personal Paradigms 0 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
11:02 PM
Wednesday, September 10, 2008
No Longer 24/7
Kemarin malem, g terlibat perdebatan seru dengan salah seorang temen g tentang perlu gak-nya shut down komputer saat ga digunakan. G sampai sekarang masih bersikeras, keukeuh bahwa itu perlu. Why?
Pertama karena alasan pelit. Yah, g ini pelit. Ngirit 70 ribu sebulan bagi g adalah hal yang perlu dilakukan. 70 ribu dari mana?
Misalnya g nyalain komputer 24 jam sehari, termasuk pada saat g tidur dan ke kantor. Anggap saja dalam sehari komputer g pake 13 (corrected, thanks to tintabiru) jam, which means komputer itu standby tanpa g pake selama 11 jam. Biasanya sebuah PC memakan energi 350-400 watt (ini berdasarkan angka yang g lihat di power supply yah). Itu belum monitor, speaker dan perlengkapan lainnya. Anggap saja totally 400 watt digunakan oleh PC. Jadi sejamnya, PC itu menguras energi sebesar 400wH (wattHour). Yang berarti dalam sebelas jam g menggunakan 4400wH atau 4,4 kwH. Dengan demikian dalam sebulan, g menggunakan 4.4kwH x 30 hari = 132kwH energi listrik.
Berdasarkan tarif listrik dari PLN sejak tahun 2003, untuk pemakaian setelah 60kwH bagi pelanggan dengan daya batas 2200VA, setiap 1 kwH nya dikenakan beban 530 rupiah. Tentu saja di rumah g ada kulkas, tv, lampu dll yang hampir pasti tiap bulannya pemakaian listriknya lebih dari 60kwH, maka untuk penggunaan komputer g akan menggunakan tarif 530 ini.
Dengan tarif 530 per kwH, maka uang yang harus g keluarkan untuk membayar penggunaan komputer yang sebenarnya ga g pake adalah 132kwH x Rp 530 = Rp. 69.960. So jelas kan, 70 ribu terbuang percuma kalo g nyalain kompie g dan gak g pake.
Ironisnya, seringkali kita susah dan berat hati mengulurkan 500 rupiah kepada anak jalanan yang kita temui di pinggir jalan, tapi kita secara gak sadar membuangnya setiap 2 jam 8 menit saat kita tidur dengan komputer menyala tanpa digunakan.
Alasan kedua global warming. Haiz... sok gaya banget nih. Tapi bener loh. Menurut salah satu situs yang membahas global warming di sini, sebesar 790-1017 gram CO2 dilepas ke udara untuk menghasilkan listrik 1 kwH jika pembangkit listrik menggunakan batu bara.
Menurut IPPC (Intergovernmental Panel for Climate Change), koefisien CO2 di Indonesia adalah 781.2621 gr/kWh. So, sebulan g udah melepas 132 kwH x 781.2621 gr/kWh = 103,126 kg CO2 ke udara. Haiz.... mo jadi apa dunia ini? Menurut situs ini peningkatan konsentrasi CO2 sebesar 2 kali lipat akan diikuti perubahan suhu sebesar 3-4,2 derajat Celcius. So, kebayang dong, seberapa besar efeknya?
CMIIW, it's just my thought. N kayanya pemikiran ini sering diungkap juga di berbagai situs anti global warming, seperti wwf. So, jangan nyalain komputer 24/7 yah. Matiin saat ga dipake. Efeknya gede loh, baik bagi kantong maupun bagi dunia ini.
Ada tambahan dari Adrian ni (a lot of thanks yah):
tambah.. ikutan.. nimbrung : lebih cepat rusak! emang bener proc ma ram itu lifecycle nya panjang banget.. tapi jangan lupa kapasitor mobo dan cycle hdd ga segede itu.. apalagi listrik indo ga gitu stable.. so kalo nyalain terus2in mobonya bakal lebih cepet abis de :).. dan nyari mobo berkualitas buat komponen lama itu pekerjaan yang mayan menyebalkan :)
Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms 15 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
8:21 AM
Thursday, August 21, 2008
Talent Contest
Akhirnya, g angkat juga topik ini. Yah, setelah baca artikel di sana sini, banyak yang mengungkapkan kekesalan atau pun kritikan tentang Indonesian Talent Contest dan juga kontestannya, dan sayangnya banyak di antaranya yang bernada menjelek-jelekkan.
Kita, sebagai penikmat, tentu saja memiliki opini yang berbeda. G hanya mencoba bersikap netral, mencoba melihat hal ini dari sudut pandang yang berbeda (mungkin). Sebelumnya maaf, kalo pun gak sesuai ataupun salah.
Pada tulisan ini g ambil contoh Indonesian Idol aja lah ya, soalnya g lumayan mengikuti, walaupun ga tiap minggunya g nonton. Para kontestan, bertahan atau gagal sejak awal audisi sampai akhirnya menang karena penilaian orang lain, baik itu juri atapun kita sebagai voter.
Memang, tidak dari awal kita bisa ikut memilih mereka. Hanya juri2 yang diberi hak untuk menentukan mereka yang akan lolos ke 24 besar. G yakin untuk menentukan ke-24 besar ini, ga gampang. Mungkin saja para juri juga memiliki sentimen pribadi dalam memilih mereka. Tapi toh, mereka lah yang punya hak untuk itu. 1 atau 2 kandidat yang mungkin kita anggap tidak layak namun akhirnya lolos atau sebaliknya, selayaknyalah ada, karena sekali lagi, penilaian masing2 orang berbeda.
Pada step selanjutnya kita bisa vote mereka yang kita anggap layak lolos ke babak selanjutnya. Tapi toh, masih ada juga ketidaksesuaian.
Setelah masuk ke 12 besar, ketegangan makin tinggi tiap minggunya. Kekecewaan akan muncul apabila idola kita harus keluar, atau kontestan yang tidak kita sukai malah masuk ke babak selanjutnya.
Sayangnya, ada beberapa di antara kita yang menanggapi kekecewaan ini dengan menjelek-jelekan kontestan yang bukan pilihannya. Kepada mereka, g pengen nanya, apakah kontestan tersebut ikut andil dalam lolos tidaknya mereka ke babak selanjutnya ataupun akhirnya menjadi pemenang, selain berusaha menampilkan yang terbaik dari kemampuan yang mereka miliki? Lolos tidaknya mereka bergantung pada sms yang masuk (dengan asumsi tidak ada konspirasi di balik itu). Mungkin suara mereka ga bagus, mungkin juga tampang mereka kampungan, tapi apakah salah mereka jikalau akhirnya mereka yang lolos atau menang?
Yang suka menjelek2an juri, karena komentarnya yang aneh, ga nyambung atau timpang, posisikan diri Anda sebagai juri. Apakah Anda akan memberikan komentar yang sesuai dengan pikiran Anda, atau berusaha sama dengan para voters? Terlepas dari sentimen pribadi dan kekurangnyambungan para juri, para juri tidak mempunyai hak dalam pemilihan kontestan yang akan lolos atau menang. Jikalau juri memberikan komentar yang salah, sehingga memberikan pengaruh yang salah pula kepada kita para voters, tetap saja kita tidak bisa menyalahkan para juri karena itu lah penilaian mereka. Baik diingat bahwa pendapat dan opini tiap orang berbeda-beda. Mampu atau layakkah kita mengatur opini orang lain?
Kepada mereka yang menganggap pembuat acara ini ga becus. Pikirkan kenapa pembuat acara menjual tangis, rasa iba dan kasihan? Karena kita, para penikmat, para voters -setidaknya sebagian dari kita- menyukai atau merespon hal itu. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan acara itu sampai saat ini. Kalaupun kualitas ajangnya menurun dari tahun ke tahun, tapi toh ratingnya masih menguntungkan buat mereka.
Why do we act reactive instead of proactive?
Jika kita menginginkan idola kita yang menang, vote-lah sebanyak-banyaknya. Kalau memang ternyata tak sesuai dengan yang kita harapkan, bolehlah kecewa, namun alangkah baiknya kalau kita tidak menjadi reaktif terhadap hasilnya, apalagi menyalahkan kontestannya. Kita bukanlah voter satu2nya, dan mungkin kontestan yang lolos adalah mereka yang paling banyak diidolakan a.k.a di-vote.
Jika kita tidak suka acara ini,akan lebih baik jika kita tidak tonton acaranya dan tidak mencelanya habis2an. Akibatnya selain kita juga dicerca oleh orang2 yang tidak sependapat dengan kita, acara ini tetap mendapat rating yang tinggi. Beda halnya kalau kita tidak menonton acara ini, kemungkinan ratingnya bakal turun.
So, its your choice!
Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms 12 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
11:06 AM
Friday, August 8, 2008
Mine Not Yours
A : Kok tadi ga diangkat?
B : Iyah, sori, lagi di jalan.
A : Mank dari mana?
B : Dari Grand Indo. Kan g uda sms lo tadi sore...
A : Ngapain?
B : *sabar sabar... Diajakin makan ma temen kan di Sushi Groove. Trus ke Excelso.
A : Tuh kan!! Ma sapa aja?
B : *cape d...mulai rada naik.. sebutin nama temen satu satu
A : Kayanya lo td cm bilang mo makan di Sushi Groove.
B : Lha, soale mahal n belum kenyang, trus lanjut ke Excel...
tut.. tut.. tut..
B : *what the????
You are beautiful. And I do know you are attractive. But, please don't put your finger to control my life!!! Besides there has been nothing yet. Hoh!!!
Am I too selfish? Fiuh.... I just don't like people controlling my life, what I do, where I go, whom I be friend with... It is just suck.
Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms, Regular Roars 10 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
8:57 AM
Thursday, July 31, 2008
To Senayan City
Judulnya ga menarik yah? Apa hebatnya ke Senayan City? Memang ga hebat, siapa yg bilang hebat? Biasa aja kok. Kmrn juga cuma makan Saboga, itu pun juga cm 2 biji, di food courtnya. *malu2in banget yah???
Awalnya sih dari Plasa Semanggi, makan siang di Chicken Story, manfaatin buy 1 get 1-nya esia. Mungkin karena gratis, jadi service-nya tuh jadi terkesan nyebelin. Tapi ya udahlah, gratisan ini. Walo gratis pun masih mahal, jauh beda ma makan di warteg *ya iya lah..... Bis itu ke Gramedia, beli 1 buku, Ways to Live Forever. Mo nonton X-Files, tapi kalo libur kan mahal, yg murah paling di Hollywood KC, rada males nonton di sono, lagian Ricky bilang ni film ga gitu bagus, so meluncurlah ke Senayan City, tanpa tujuan mo ngapain.
Muter2 d di sono, liat Giordano, Baleno, Samuel n Kevin, G2000, masuk Debenhams, dan ga satupun dibeli *ndeso n pelit Cape muter2, ke foodcourt, makan Siomay dan Batagor, sambil melanjutkan baca buku yang barusan dibeli. Ga nyampe setengah jam, kok ngantuk. Pulang deh....
Sebenernya menurut g ada hal yang menarik tentang Senayan. Tepatnya di antara gedung Senayan City dan Plasa Senayan. Beberapa minggu yang lalu, pas g lagi berburu buku, g sempet berjalan kaki menyeberang dari Senayan City ke Plasa Senayan. Waktu itu kalo ga salah jam 7an. Pas jalan kok berasa hawa2 Orchard Road-nya SG gitu. Mungkin karena waktu itu Jakarta lagi ga gitu panas, dan angin bersepoi2. Jadi pengen duduk berleha2 di pelataran Plasa Senayan. Dan kalo ngeliat Senayan City dari pelataran Plasa Senayan tu bagus loh, bangunan kaca dengan lampu yang begitu terang *halah, boros listrik ni...
Sayangnya ga ada tunnel yang menghubungkan Senayan City dan Plasa Senayan buat para pedestrian. Mungkin g yang ndeso or kampungan or norak, tapi sesekali pengen duduk di pelataran situ sambil menikmati malam, melihat orang berlalu lalang dalam kesibukannya, hanya untuk melepas penat, daripada berjalan2 di mall tanpa arah dan tujuan.
Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms, Regular Roars 8 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
10:00 AM
Thursday, July 24, 2008
Into Politic
I like politic. But just in the movie. Dan suka ngeliat orang berdebat politik di film2 serial or film lepas. Tapi kalo dengerin petinggi2 kita kok rasa2nya males duluan. He3. Entah ga tertarik ato malah ga peduli *blaik?? ... Apakah rakyat akan memilih Presiden yang menyogok mereka menjelang pemilu lalu 5 tahun menderita, atau mereka akan memilih Presiden yang rela pasang badannya …
Barusan ngelirik blog-nya si Jed baca postingan terakhir dia, bahwa Ratna Sarumpaet mencalonkan diri jadi presiden. Nah loh... G cuma tau Ibu Ratna ini dari Silat Lidah yang ditayangin ANTV. Dari beberapa kali nonton, ibu ini terlihat bijak. Kata2 yang keluar dari mulutnya pun serasa bisa dipertanggungjawabkan, alias ga cuma asal ceplos doank. Tapi ya itu, hanya sebatas itu, sebatas acara Silat Lidah. 
Ga pernah mikir... dan ga pernah kepikiran beliau bakal mencalonkan diri menjadi presiden di Pemilu 2009 nanti. Ga tau sepak terjangnya, ga tau apa yang sudah dilakukannya. Apakah benar beliau mempunyai kapasitas sebagai seroang presiden? Yah, tunggu aja lah...
Tapi g suka dengan tulisan dia, yang g ambil dari blognya Jed, yang ternyata ngambil juga dari blog nya Zul. Baca di sana sendiri yah.... wakakaka.... yang mau g garis bawahi adalah statement dia ini:
... Atau kalian menganggapnya aneh karena di mind set kalian sudah terlanjur terbentuk bahwa Presiden RI harus Jawa, harus Islam dan harus laki-laki kecuali dia princess mantan Presiden?
So, pilihan nanti tetap ada di tangan rakyat Indonesia. Bukan hanya memilih siapa pemimpin bangsa ini, tapi juga memilih untuk tidak menerima sogokan dalam bentuk apa pun. Yah, semoga!!!!
Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms, Regular Roars 10 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
4:34 PM
Wednesday, July 23, 2008
Deeper than Ever
Sudah setahun lewat dari postingan g yg ini, yang berarti umur g uda nambah 1 tahun lagi. Fiuh... Lahir baru dalam JC 8 tahun yang lalu memang membawa perubahan besar dalam hidup g. Tapi setahun lewat ini kok g merasa belum banyak bertumbuh dalam iman ya?@!@
Melihat orang lain pelayanan, sebenernya pengen ikutan juga. Tapi dalam hal apa? Lagipula hati ini kok rasanya masih belum siap *kapan siapnya???? Ga usah jauh2 d, sehari2 aja kadang g masih ngandelin kekuatan sendiri, sok kuat, sok pinter, sok cakep *loh apa hubungannya?@?@# Yang jelas, dalam hidup g, g masih berjalan jauh dari kehendakNya.
Seringkali pas jatuh, g baru inget yang namanya berdoa. Tiap hari berdoa sih, tapi lebih ke arah rutinitas. Menyedihkan ya? Kadang berkoar2 kalo Tuhan itu baek banget ma g, tapi ga jarang pula g masih sering bersungut2, masih sering mengeluh, masih sering protes ma Tuhan.
Tapi hari ini g lagi2 diingatkan, g uda lahir baru 8 tahun yang lalu. Dan sejak saat itu, g dikasi salib yang harus g pikul tiap harinya. Berat? Gak donk, kan Tuhan juga uda kasi bantuan, malah kadang2 g yang digendong ma Dia. So, harus mulai berubah nih... musti rajin saat teduh, musti rajin berdoa yg bukan sekedar rutinitas, musti selalu bersyukur, musti berjalan dalam kehendakNya, musti pelayanan *kok yang terakhir paling berat ni rasanya. Gampang? Gak lah!!! Siapa bilang ikut Tuhan itu gampang? Musti ada salib yang musti dipikul!!! Tapi... janjiNya lebih besar dari semua itu!!! God bless me and God bless you all...
Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms, Regular Roars 16 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
1:29 PM
Friday, July 18, 2008
Colossians 3 : 13
Forbearing one another, and forgiving one another, if any man have a quarrel against any: even as Christ forgave you, so also do ye.
Pagi tadi ga sempet baca alkitab di rumah, krn keenakan tidur. So pas mo brgkt g bawa renungan harian g ke kantor. Dan keajaiban terjadi....
Akhir2 ini g lagi jengkel, lagi kesel, lagi pengen ngebejek2 beberapa orang yang bersliweran di idup g. Pokonya uda bohwat, sampe2 rasa sabar tu uda nyampe puncaknya. Lebih dari seminggu, g dikuasai perasaan annoyed ini. Semalem uda ngobrol ngalor ngidul ma temen baek, tapi tetep aja ga ilang ni feeling. Tadi pagi pas nyetir berasa gila. Pengen buru2 nyampe kantor, klaksonin mobil2 di depan g, kepret sana kepret sini *berlebihan…. Uda ga mikir keselamatan. Wakakaka….
Pas nyampe kantor, nyalain kompie, trus nge-gosip ma temen kantor g, ngomongin org yg g keselin. Trus ga brapa lama, g inget blum baca alkitab. So, g buka buku renungan, dan terettetettetet…… Kolose 3 : 13. Pas baca langsung jleb, jleb, jleb….. *pingsan….
So, hari ini mo senyum aja d. Intinya, ga bole dikuasai dendam membara... *kok kayak judul sinteron ya?!@#! Mo berusaha mengampuni dan melupakan. Yakin bisa lah. Asal mo ijinin DIA menyentuh hati ini *nyanyi ‘Tuhan sentuh hatiku, ubah hidupku…”
Have a nice day semua!!!!! Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms, Regular Roars 7 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
9:31 AM
Friday, June 20, 2008
Too Many Lamps?
Yes! It's Friday. So wut? Yang paling enak tentang Jumat adalah besok libur. Yang berarti bisa bobo malem, besoknya bisa bangun lebih siang, bisa jalan2 lebih lama....
Pulang kantor, mandi trus langsung pergi ke Menara Peninsula di Slipi. My cuz bsk merit, hari ini kumpul2 keluarga buat makan n briefing buat acara besok. Setelah muter di depan Citraland, g menyusuri jalan S. Parman menuju Slipi. Kebetulan lampu nyala merah pas g berada di perempatan Tomang. Nah pas lagi brenti itu, g melihat di bawah jalan tol di atas perempatan Tomang itu ada dipasang lampu2. Lampu2 itu dipasang berjajar setiap jarak beberapa meter, mungkin 10 meter-an jarak pasangnya. Dan ternyata ga cuma 1 di setiap tempat pemasangan itu. Dan kalo g ga salah itung, paling gak ada 6 lampu yang dipasang mengarah ke tembok.
Tadinya g pikir di tembok itu ada gambar or tulisan or iklan yang butuh penerangan lampu. Tapi setelah dicermati sambil melotot ternyata gak ada loh. Nah trus buat apa dipasang lampu sebanyak itu? Yang dipasangnya juga ga menghadap jalanan, tapi menghadap tembok. *bingung...
Apa bukan pemborosan sih? Di kala di mana2 lagi gembar gembor mengenai penghematan, kemiskinan, dan juga global warming. Lha kok di sini malah buang2 energi untuk sesuatu yang menurut g ga ada gunanya. Untuk keindahan kah? Tapi toh berapa banyak orang sih yang menikmati keindahan itu? Dan sang penikmat apakah juga merasa sejahtera? *terlalu berlebihan ya???
Intinya, buat apa sih? Kalo gak guna, apa ndak lebih baik tu duit yang dipake buat nyalain lampu, digunakan untuk hal lain yang lebih berguna?
Yah... menjelang ulang tahun Jakarta ini, semoga ga kotanya aja yang lebih meriah, tapi masyarakat n pemerintahnya bisa lebih aware soal ginian. Soal kecil yang bisa berdampak besar, g rasa.
Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms, Regular Roars 5 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
10:35 PM
Wednesday, June 4, 2008
Another Afternoon
Teh panas yang sesekali kuseruput dari gelas tasmania di hadapanku, membuatku tetap terjaga dari lamunanku. Sembari kadang mencelupkan marie biscuit ke dalamnya, kemudian menghisap setiap aroma yang mampu dikeluarkannya, tanganku berlari-lari pada setiap tuts di papan ketikku.
Dalam kebosanan dan rutinitas harian yang kujalankan, kadang ku mempertanyakan setiap hal yang kulakukan. Saat ini aku tak punya tujuan. Aku hanya mengikuti hidup yang mengalir bersamaku. Aku bukan orang yang gemar beresolusi atau pun berencana. Bahkan memulainya pun aku tak punya keinginan. Inikah akibatnya? Hidup hanya karena rutinitas belaka?
Aku bahagia dengan apa yang kujalani. Aku bersyukur atas setiap hembusan dan tarikan nafasku. Tapi benarkah hidupku hanya sebatas menghembus dan menarik nafas?
Aku ini bebal. Aku belum menemukan tujuan hidupku. Atau dalam bahasa indahnya, passion. Tapi aku sendiri tak berusaha mencarinya. Yah... aku pun tak tahu harus bagaimana mencarinya. Bagaimana aku mencari sesuatu yang aku sendiri pun tak tahu? Ataukah aku hanya harus menunggu? Menunggu sampai tujuan itu menemukanku? Bagaimana orang lain menemukan tujuan hidup mereka?
Yah, sekali lagi aku bebal. Aku bingung, tapi aku tak berusaha keluar dari kebingunganku. Saat ini, biarlah aku menikmati setiap tetes teh yang sudah semakin dingin ini....
Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms 12 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
3:06 PM
Tuesday, May 27, 2008
Understanding or Shaping?
Barusan baca blog nya Elmo (yang skrg uda ganti jadi Elmo), trus jadi kepikiran buat posting tentang penilaian personality.
As we all know, there are a lot of theories about human personality. G ga pernah tau apa bener teori2 itu ato cuma sekedar hoax. Tapi rasa2nya kok ga mungkin hoax, wong ada buku2 yang printed and published because of those theories, Kokology dan Personality Plus contohnya.
G masi inget pas g les inggris di Klaten dulu, ada satu sesi g ma guru les g ngebahas personality g berdasarkan sebuah tes. Rasa2nya tes2 gini menjamur, baik di majalah or di dunia maya, ada yang cuma skedar buat fun, ada juga yang katanya bener2 serius n terbukti kebenarannya.
Nah pas itu, hasil tes nya adalah g ini modest *masa sih? Selama ini g ga gitu peduli dengan hal itu, tapi sekarang, setelah lewat hampir 10 tahun, setelah g mikir2 lagi, g jadi merasa bahwa memang g ini modest, in one or more way. Tapi g juga sombong di satu dan banyak hal. Ironis kan? Jadi mikirnya, sebelum g ngelakuin itu tes, apakah g ini bener modest? Ataukah g berubah menjadi modest karena g suka dengan penilaian karakter oleh tes yang g ambil waktu itu?
Pernah juga baca buku Personality Plus, yang mengelompokkan karakter menjadi 4 : Koleris, Melankolis, Sanguinis dan Phlegmatis. For the first time, I took the test, it defined me as a Choleric - Melancholic person. After couple years, when i re-took this test, it defined me as a Sanguinic - Melancholic person. Weird, eh? I know that people change. Tapi apakah test ini juga mendasari perubahan ini? Apakah g berubah menjadi Sanguin karena g ga suka dengan karakter Melan g?
Balik lagi ke Elmo, yang nulis tentang karakter manusia berdasarkan golongan darah. Pas g baca karakter g ga cocok dengan golongan darah g. Tapi g suka dengan karakter yang seharusnya menjadi karakter g karena g memiliki golongan darah tertentu. Karena percaya bahwa seharusnya karakter g seperti itu, bisa saja g terdorong untuk berubah kan?
Intinya, *daripada g ngoceh2 lebih ga jelas lagi, g curious terhadap efek dari semua teori itu. Membuat kita lebih mengenal karakter diri atau membentuk karakter kita?
Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms 6 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
1:58 PM
Monday, April 28, 2008
Unstoppable Questions
Q : Lo mencintainya?
A : Iya.
Q : Kenapa?
A : Tak ada alasan, should I have one?
Q : G ajarin lo tentang Tuhan.
A : Dan Tuhan mengajarkan cinta pada kita.
Q : Tapi itu gak bener.
A : Kenapa cinta gak bener?
Q : Cinta apa yang lo punya?
A : Bukankah semua cinta itu sama, dieja dengan 5 huruf yang sama, C-I-N-T-A?
Q : Lo bisa hepi ma dia?
A : Iya.
Q : Sekarang lo hepi?
A : Of course.
Q : Lo bisa hepi walo lo tau orang2 di sekitar lo sedih karena lo?
A : G ga mo egois, tapi bukankah kebahagiaan dateng dari diri sendiri dan bukan dari orang lain?
Q : Bener, tapi apa lo seneng liat orang2 di sekitar lo sedih?
A : Ya gak lah.
Q : Then why don't you stop?
A : Lo bisa ajari g untuk berhenti mencintainya?
*back to top
Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms 9 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
1:26 PM
Monday, April 7, 2008
Spread the Love
see what happens to your life on the 4th day, your life will improve"
G sedih campur kesel tiap kali terima sms or email yang di bawahnya ada tulisan kayak di atas, ato tulisan2 senada. Lebih sebel and sedih lagi kalo isi dari mail itu adalah bersimfoni dengan cinta Tuhan. G ga ngerti apa tujuan si pembuat email. Kalo dia mo menunjukkan bahwa kasih Tuhan itu indah, knapa musti dikasi embel2 tulisan yang bernada mengancam sperti itu?
Tulisan yang g tulis di atas, masih bisa dibilang 'wajar'. Ada yang lebih 'sembrono'. Ada satu imel yang membawa nama Paus dan mimpinya n bagi siapa yang ga meneruskan pesan dalam imel itu akan tertimpa musibah. Geez....
Haloooo? Para pembuat imel seperti itu, kalo tujuan kalian adalah untuk membuat orang menyadari betapa indah kasihNya, knapa musti memberi embel2 itu? Kasih Tuhan tersebar bukan dengan paksaan or ancaman.
Hidup kita adalah rencanaNya. Apa pun yang terjadi di dalam hidup adalah kehendakNya, yang g yakinin akan selalu indah pada waktuNya. Kita hidup bukan dari imel or sms seperti itu. Kita hidup karena kehendakNya. Kalapun setelah mem-forward kemudian ada keajaiban dalam kehidupan kita, itu bukan karena imel2 tadi, tapi karena memang rencanaNya. Menurut g, kalo kita tersentuh dengan isi email itu, karena g juga sering baca kisah2 yang indah or kata2 motivational yang bener2 bagus, alangkah baiknya kalo tulisan embel2 yang ga bener itu dihapus dulu.
Let's spread God's words, God's love with love.
Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms 6 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
1:04 PM
Friday, March 28, 2008
Ecclesiastes 3:11 (KJV)
Masi inget cerita g yang g ketinggalan pesawat di KL? Hoh! Waktu itu g kaget n kecewa. Kecewa ma kebodohan g. Merasa begitu ga hati2. Careless. Terlalu percaya pada ingatan. Akibatnya keluarga g yang musti nanggung akibatnya. Inside my heart, I cried. Bukan cuma karena uang yang hilang begitu saja, tapi juga karena g ngrasa g uda bikin susah bonyok n ade g.
Tapi di saat inilah, g ngrasa bahwa kasih sayang bonyok tu jauh lebih gede dari kekecewaan mereka or duit sebesar apa pun. Mom bilang ‘Ya udahlah, kita lagi jalan2, ngapain disesalin, buat pelajaran aja. Kita mo seneng2 bukan mo sedih cuma gara2 uang hilang’. Dia maafin keteledoran g. Begitu juga bokap. Tanpa mengecilkan duit yang terbuang tadi. Dan ga sampe di situ……
Pas g masuk kantor hari Senin. G dipanggil bos. Dikasi surat pemberitahuan tentang bonus tahunan. Pas dibuka, geez.... G belum pernah nerima duit sebesar itu dalam idup g. Ga usahlah g sebutin nominalnya. Yang jelas bisa dipake buat ganti uang pesawat. He3. Pas saat itu g mikir bahwa rencana Tuhan itu selalu indah.
Pagi hari sebelum nyampe di airport, nyokap g nanya 'Uda baca Alkitab belum?’ Dengan entengnya g jawab 'Aku kalo libur, libur juga baca Alkitabnya’. Mungkin Tuhan pengen ingetin g, g ga bole lupain Dia, dalam segala sesuatu. Mungkin Dia juga pengen ingetin g biar ga teledor lagi. Mungkin Dia ijinin g untuk ngerasain kasih sayang parents yang tampak begitu besar di saat g ambruk *halah berlebihan. Mungkin Dia pengen tau, g ga pernah sendiri. Dan dengan segala rencanaNya, Dia ijinin g dan keluarga g keilangan duit tiket pesawat. Dan pada waktuNya pula, Dia balikin duit g yang ilang itu plus tambahan yang sama sekali g ga nyangka. Hebat ya, Tuhan g itu.
Pas baca ini mungkin ada yg mikir, g terlalu mengkait2kan setiap kejadian. He3. Mungkin. Mungkin banget. Tapi yang g yakinin, semua yang terjadi dalam kehidupan g, itu adalah rencanaNya. Kalaupun bukan rencanaNya, Dia sudah ijinin hal itu terjadi dalam hidup g. Dan kalo Dia sudah ijinin itu terjadi, segala sesuatunya akan berakhir indah. Mungkin juga ada yang mikir, g bersyukur cuma karena semua berakhir indah. Dan itu mungkin bener, karena sampai saat ini, masih sulit buat g untuk bersyukur dalam keadaan susah. But one thing for sure, g akan terus belajar. Karena Dia punya waktu untuk segala sesuatu. Praise the Lord, my Father in Heaven, Jesus Christ!
Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms 7 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
3:45 PM
Saturday, March 15, 2008
Am Twenty Five
Exactly 25 years ago, for the very first time, I breathed the free air. I smelled my mom’s perfume. I saw my dad’s smiling face. To tell you the truth I can hardly remember those moments. But I knew I was born because of love. My parents’ and God’s love.
Being twenties wasn’t easy. And I don’t think it is easy to be in any age. Each age has its own difficulties. But that is the challenge. Each year, my wisdom races with my age to win. I don’t wanna get older without getting any wiser.
Anger was one of my problems at 20s. I got furious a lot. I couldn’t control my emotion. I sensed way too much. My ego climbed to the highest. When anything came wrong, I got mad. I knew there was something wrong with me. Sometimes I felt only emptiness. I searched for answers. But the more I tried, the angrier I would be.
Then I realized I lived in my dreams. I learned I should be thankful because of life I had. Should I accept anything comes, I could take the easier way to face each and every problem. This was the time when I got skeptical. Even more, day by day. My hope flew away. My dreams left me. I just accepted life and my spirit had gone. Then I judged people. When people get sad or upset because their hopes were broken, I cursed them how not grateful they were.
Time went on and I learned. Life didn’t have to be easy. But it doesn’t mean I may not have dreams to reach. And for now, I’ll try to be simpler. I’m facing life with smile meanwhile I let my dreams reach its high expectation. When troubles come, I still feel them, sense them but I won’t let them consume my emotion. I still get furious, but controlling it becomes easier these days. I’m grateful and thankful.
Today, after these years, I have grown to a man. I have learned so much about this life, I have studied many subjects at school, college and works, I have been taught to be a better person each and every day in my life. But as long as my heart beats, I won’t stop growing, I won’t stop learning, I won’t stop studying, I won’t stop being taught.
This day is a start, a new era of my life. Not a new me, but a grown-up me, a me who will always grow. With prayers, I step to life ahead. I woud not rather say it, but I may need it, wish me luck. And if you don’t mind, don’t wish me Happy Birthday, wish me Happy Days instead. Thank you!
Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms 9 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
12:02 AM
Monday, March 3, 2008
Who Wrote These?
Pls, update your annual leave as all of you known there’s additional 3 days annual leave which eligible for those of you
As mentioned in the SK,well plan of your annual leave is a much and all of your annual leave should be taking off by the end of the year.
I find out tat English is so vital, it holds a huge role in our community (read this).
Agreeing with Spyhrna, it's a must for us trying and learning to communicate in English. But it doesn't mean we may write carelessly. I recognize that there were many grammatical errors or even wrong vocabularies in my writing, when I did write in English. So that I will double check what I have written.
In speaking I will say 'Okay, you only have 1 milisecond to think, so it's fine for u to make thousands mistakes in your sentences. Thus, you'll learn by doing'. But c'mon, we have plenty of time to check what we write. *sigh...
I'll end this post with one question, "What does come into your mind when you read those sentences I write in italics above?"
In fact I need more than one minute to understand the whole sentences.
Flap more...
Snag ::: Personal Paradigms 8 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
4:51 PM
