Thursday, July 8, 2010

Wishful Imagination

I know you eyes in the morning sun
I feel you touch in the pouring rain
....

Sepenggal lagu How Deep Is You Love mengalun melalui earphone, menemaniku di pagi ini. Sayang bukan hangatnya mentari yang kurasakan, namun dinginnya udara akibat hujan deras di luar sana. Semangkuk mie kuah atau seporsi bakso panas, ditemani oleh segelas teh atau susu hangat sepertinya akan sangat pas kunikmati saat ini.

Lengkap juga bilamana ada seseorang di sisi, berpeluk saling memberi kehangatan. Hahahaha....

Well, aku suka hujan di pagi hari. Walau hujan membuat kantorku menjadi sedingin es, tapi aku menyukainya. Hujan membawa begitu banyak kenangan, pahit manis, lucu menyedihkan... Aku tidak hidup di masa lalu, tapi aku menikmati mengingat semuanya. Masa lalu lah yang membentukku hingga aku bisa seperti sekarang.

Intinya, hujan membuatku bersyukur.

Have a blessed rainy day, everyone...
Flap more...

Monday, July 5, 2010

Love Does Need Reason(s)

Couple weeks ago my friend posted a question on her facebook wall. It was said 'Does love need reason?' I was intrigued. I remembered I've read an article that said that love didn't need any reason. Well, I doubted it.

Love does need reason(s), at least for me. You can't randomly fall into someone who doesn't attract you. It's a reason for a starter. You fall for someone who attracts you.

The article said if you love someone because of reason(s), when the reason(s) has gone, you won't love her/him anymore. You have to love someone with 'though' clause. It's like you love someone because she is beautiful then when she gets older and there are wrinkles on her face, you won't love her anymore. Ain't it too shallow?

Also in that article, it is said your parents do not need any reason to love you, they love you for what you really are. But, is becoming-their-son/daughter itself not a reason?

For me, to fall in love, it needs reason, no matter what it is. You may not be able to find out what the reason is, but somehow you are attracted to him/her. You fall in love to someone instead of the other, there must be something, right? That is the reason, no matter how ridiculous it could be.

But it doesn't just stop there. To love, well, it needs more than reason(s). It needs commitment. And here it goes the 'though' clause, so that you will always love your partner THOUGH he/she is not what he/she used to be.

Again, it's just for me. Instead of arguing whether love needs reason(s) or not, let's just fall in it, feel it, commit to it, and enjoy it because as everyone says 'love is the greatest gift of all'.
Flap more...

Thursday, June 17, 2010

In 4 Years

2006.

"Kamu yang kemarin itu kan?"
"Iya. Nama kamu siapa?"
"Hazel."

2007.

"Temani aku jalan, mau?"
"Gak ah, Zel. Mau pergi, ada acara"

2008.

"Kok belum tidur?"
"Sebentar lagi, tanggung"
"Aku tidur dulu ya"

2009.
"Kamu pergi berapa lama, Zel?"
"6 bulan. Kenapa?"
"Tak apa."
"Kamu bakal kangen ya?"
"Iya"

2010.

"Kamu berubah, tambah gendut"
"Hahaha...."
"Jangan pergi lagi, or take me with you."
Flap more...

Tuesday, May 4, 2010

Evening Breeze

Angin dingin malam itu menusuk ragaku. Kusandarkan tubuhku pada kursi kayu sambil kulepas pandanganku pada lampu-lampu kota di kejauhan. Bandung dan warganya seakan terdiam, terhanyut sepi dalam kungkungan gelap malam.

Lilin kecil di depanku berpijar, menari, mencoba memperindah suasana temaram saat itu, namun panasnya tak mampu meraihku. Kedua tangan yang terlipat tak bisa juga menghangatkanku. Bahkan segelas coklat panas yang kupesan tertelan oleh dinginnya udara malam.

Aku berpaling, memandangmu. Tampak kau juga bergumul dengan sang dingin. Ketika pandangan kita bertemu, kau berbisik 'Ya?'

Aku hendak berucap mengungkap yang kurasa, saat kurasakan bibirku bergeming, kaku. Aku hanya tersenyum berharap kau mengerti, dinginnya malam itu sirna, saat cahaya matamu melelehkan kebekuan hati ini.
Flap more...

Saturday, March 13, 2010

Driving License

Bangun pagi di hari Sabtu paling bikin g males. Tapi hari ini, mau ga mau, musti bangun pagi. Kedua SIM g bakal expired 2 hari lagi. So musti diperpanjang.

Jam 7.30, dengan mata yang masi pengen merem plus badan yg ga enak dan tenggorokan sakit, g bangun dan mandi. 15 menit kemudian *mandinya cepet banget kan???, g dah siap di belakang setir, melajukan mobil ke Mall Ciputra.

Renacananya mo perpanjang di SIM keliling yang ada di depan Trisakti. Tapi karena g belum pernah ke Trisakti dan g pikir drpd ntar g bingung parkir di mana, g memutuskan untuk parkir di Mall Ciputra aja. Gila, Jakarta bener2 panas. Walo masih jam 8 pagi, panasnya uda ga karuan. Dan ternyata kalo jalan kaki dari CL ke Trisakti mayan bikin keringetan. HOH!

Nyampe di sono, g disuru isi formulir dan melampirkan fotokopi KTP dan SIM yang lama. Karena g ga bawa fotokopi KTP, akhirnya fotokopi deh di situ. 2000 rupiah buat fotokopi KTP doank. Dan belakangan g tau, duit 2000 itu dibuat beli Kopi Susu sama polisinya. *sigh*

Setelah isi formulir, g nunggu kira2 setengah jam-an. Mayan mati gaya sih, secara panas dan ga bisa duduk karena rame. Untung aja g dateng pagian, jadi pas g dateng ga rame2 banget. Bis itu g dipanggil, masuk ke mobil buat foto. Proses foto dan cetak SIM nya ga sampe 5 menit.

"Mas Hans, ini 2 SIM, jadi 230 ribu ya. Kalau mau kasi lebih boleh," kata petugasnya.
G kasih duit 250 ribu.
Pas kasi kembalian, si Mas bilang "Ini Mas Hans, kembaliannya dan SIMnya. Wah ganteng nih fotonya."
Yah.... karena dia uda bilang g ganteng, g kasih deh 10 rebu buat dia. Hahahahaha... *hayo siapa yg bilang g ganteng lagi? ntar g kasi.... kasi senyum ajah sama ucapan terima kasih.... wohohohoh....

Keluar dari mobil, SIMnya dikasi plastik di bagian depannya, dan g disuru bayar lagi 10rebu buat 2 SIM. Halah... ni bukannya harusnya gratis ya? *sigh* Tapi ya sudahlah. Bis itu g melenggang balik ke CL, sambil ngeliatin foto SIM g yg ancur. G bingung deh, si Mas tadi ga bisa ngeliat ato pura2 biar dikasi duit? Yang jelas g ketipu... *wkwkkwkw...

Overall, I spent 252K rupiahs and about one hour buat perpanjang SIM.
Flap more...

Monday, January 25, 2010

This Journey

Sepanjang perjalanan ini, ya Bapa
Liku dan terjal telah kualami
Luka dan carut telah tergores perih

Kini ku terantuk saat mencoba berlari
Jatuh dan tak ingin tegak berdiri
Kuteriakkan namaMu, mengaduh, mengiba hati

Aku lelah, Bapa
Biarkan aku berhenti, merawat diri

Namun jika aku harus berlari
Tak kan mampu aku seorang diri
Biarlah kasihMu ada dalam hati
Biarlah kuatMu menyelubungi sanubari

Aku percayakan kakiku dalam kasihMu
Aku percayakan hidupku dalam tanganMu
Ajar aku untuk setia padaMu
Flap more...

Tuesday, December 22, 2009

You and Your Rain

Aku bersandar pada kursi keras kantorku. Kudengar lagu demi lagu mengalir lirih di earphoneku, sambil sesekali kutatap rintik hujan di luar sana. Jalanan basah yang menghampiri pandanganku, menerawangkanku kembali ke masa lalu.

'Aku suka hujan di pagi hari,' katamu tersenyum sambil menunjuk ke luar mobil.
Aku mengangguk, membalas senyummu. Jalanan kala itu tak begitu ramai, jadi kualihkan pandanganku ke atas. Langit merenda awan, matahari mengintip di tengah tetesan hujan. Sempurna, pikirku, sambil berharap hujan 'kan reda ketika kami sampai di gereja.

Aku memandangmu, dan kamu masih tersenyum, begitu menikmati cuaca saat itu. Layaknya seorang bocah dan permen lolipop-nya, demikian juga kamu.

Setahun yang lalu. Waktu bergulir begitu cepat. Tiga hari lagi Natal dan aku belum mendengar kabar darimu. Kuseruput coklat panasku sambil berharap, aku bisa memandang senyummu sekali lagi saat kau bersenang-senang dengan hujanmu.
Flap more...

Monday, September 28, 2009

It's Been A Year

What's been a year?

A new me. Me, who started to learn about what life really is. A life that was filled with love. Love itself, as the time went by, was not only what I felt, but what I committed to, what I did for it, what sacrifice that I was willing to make.

Life, like love, for me, is about understanding. The meaning of life, is not how I regret and being grumpy because of what I can not reach. It is about how to accept and understand that there are many things I can not control. Like I always say, life ain't beautiful until I decide it is.

I have learnt so many, yet I did make mistakes. I laughed a lot, yet tears went down. But that is how I grow up. It is not my birthday, nor my wedding day. But this day is special, I thank God for giving me this day one year before.

*postingan ga penting nih, cuma asal nulis*
Flap more...