Bangun pagi di hari kerja biasanya g lakuin dengan bermalas2an. Tapi hari itu, 4 Februari 2009, g langsung bangun pas alarm hp g berteriak2 kegirangan tepat pukul 4.30 WIB. Makan roti breadtalk yang g beli semalem, trus mandi dengan aer anget, bis itu nunggu mobil Nene. Pagi itu ujan gede. Berdoa sebentar sambil berharap ujan reda.
Ga lama kemudian, mobil Nene berenti di depan rumah g. G masukin koper g dan kita melaju ke rumah Lia. Seperti biasa si Ibu satu ini doyan banget dengan kata 'lama', walo kali ini kita nunggu cuma 5 menitan. Jalanan ke arah erpot disiram dengan ujan yang walo ga sederas sebelumnya, tetep aja bikin ga enak.
Pas nyampe di erpot, ngeliat that Jerry and Fellys uda nyampe duluan dianter Ahau. Ruwi n Handy (Mus) juga uda nyampe. So barengan kita ngantri buat check-in. Satu jam kemudian kita uda ada di langit kota Jakarta, leaving Jakarta for a week escape from our routinities.
Pas nyampe di Ngurah Rai Airport, mobil yang kita sewa uda nunggu di sana. Setelah masuk2in koper yang se-gedumbrang (saking banyak n gedenya), kita bertujuh berjejalan di dalam Suzuki APV silver yang kemudian membawa kita ke Bali Utara. Jerry yang kebagian jatah nyetir. Tujuan kita Bedugul buat makan siang di Mentari Restaurant.
Perjalanan dilalui dengan semangat *namanya juga baru hari pertama. Sayang, nyampe di Mentari Resto dalam keadaan ujan lebat. Sempet ada masalah dengan reservasi di sana, karena ternyata vendor tempat kita reserved, belum konfirmasi dengan Mentari Resto. G kesel ma vendor ini, tapi cukup puas dengan servis manajemen Mentari Resto, karena merekalah yang membereskan urusan reservasi itu tanpa mempersulit kita.
Mentari Resto:
Total kerusakan : IDR 445.000/ 7 pax (**)
Menu : Buffet (Nasi goreng, Mie goreng, Fu Yung Hai, Sate Ikan, dll) (**)
Taste : Standart (**)
Venue : View ke arah Danau Ulundanu Bedugul, tapi terhalang2 oleh kabel2 listrik. (***)
All : **
Setelah menikmati makan siang di Mentari, tadinya kita mau berjalan2 di Pura Ulundanu, tapi karena ujan deras, kita lanjutin perjalanan ke Air Terjun Gitgit. Nyampe di daerah Gitgit, ujan juga belum reda. Tapi karena ga ada acara, kita nunggu di mobil sambil membereskan koper2 yang berserakan. Hampir 15 menit kemudian, ujan uda mulai reda, dan kita nekat menuruni lereng, berjalan kaki menuju air terjun Gitgit.
Nyampe di sana, g hanya bisa berdecak kagum. Indah. Ada 3 aer terjun yang kita kunjungi dalam 1 wilayah. Dan salah satunya kembar. G berhasil mengabadikan keindahan mereka dalam kamera g. Puas.... walau capek....
Lovina jadi tujuan kita setelah berfoto-foto di Air Terjun Gitgit. Mengarahkan mobil ke arah Singaraja kemudian berbelok ke arah Lovina, memakan waktu kurang lebih 1 jam. Sesampai di hotel, kami sempet berenang, sebelum akhirnya memutuskan untuk mandi dan kemudian mencari makan malam.
G lagi membereskan koper saat Jerry berteriak dari kamar mandi 'Hans, ada plester ga?'.Dengan santainya g jawab 'Ada' sambil mencoba mencari Hansaplast di kotak obat g. Trus g menuju kamar mandi, dan g kaget pas ngeliat genangan darah di lantai kamar mandi. Jari Jerry sobek kena pecahan shower yang dia puter2 biar gedein debit air yang keluar dari shower.Spontan, g lari ke arah resepsionis, tentu saja setelah memakai baju, karena tadinya g cuma pake celana renang, buat minta alkohol dan obat merah, sukur2 kalo ada perban.
'Mbak ada obat merah dan alkohol?' tanya g sesampai di resepsionis. Si mbak berjalan ke kotak P3K dengan gemulainya dan mulai mencari alkohol.
Mbak : 'Wah ga da tuh, cuma ada obat merah?'
G : 'Yang botol putih itu apa Mbak? Rivanol ya?'
Mbak : 'Em iya.'
G : 'Ya itu boleh deh'Setelah mendapatkan perlengkapan perang, g lari lagi balik ke kamar. Darah masi keluar dari jari Jerry. G tarik jariknya, trus g sirem pake Rivanol, bis itu g kasi Betadine, trus g bungkus kapas n g teken tu luka. Bah, padahal g takut liat darah n luka. Tapi mo gimana lagi... G sempet minta Ruwi buat mintain es batu, buat bekuin darah. Tapi ternyata hotel itu ga da es batu. Bah... hotel kok ga punya es batu!!!! Tapi sukurlah, darah nya uda brenti ngalir waktu g teken.
Setelah g mandi, kami baru cari makan. Di Lovina masih sepi. Jalanan gelap dan jarang terlihat resto ato rumah makan. Satu2nya resto yang cukup terang dan nyaman untuk dikunjungi, menyajikan nasi goreng bali dan nasi goreng merah serta beberapa menu lainnya.
Chi Chi Resto
Total Kerusakan : IDR 178.750 / 7 pax (***)
Menu : Nasi Goreng Merah + Es Teh Manis (**)
Rasa : Standart (**)
Venue : Gelap (*)
All : **
Karena ga kenyang, g membeli 1 loyang martabak manis isi keju. Ukurannya kecil dan hanya 7000 rupiah. Tapi cukuplah.
Setelah makan, kami kembali ke Melka Exelcior Lovina buat beristirahat. Berakhirlah hari pertama di Bali.
Flap more...
Wednesday, February 11, 2009
Day 1 - The Journey Begins
Snag ::: Curious Captured, Delicious Delight, Joyfull Journeys 7 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
9:51 AM
Monday, January 26, 2009
Friday, January 23, 2009
Furious
Kemarahan demi kemarahan silih berganti memenuhi otakku. Marah karena ketidakbecusan. Marah karena ketidakadilan. Marah karena ketidak-konsisten-an. Marah ketika aku hanya bisa mengangguk dan tertawa terpaksa saat dia tertawa, seakan semua itu lucu.
Apa pun yang aku katakan tak pernah bisa mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya. Sebesar apa pun aku berjuang, aku kalah karena otoritas. Wewenang yang tidak pada tempatnya, gembor kekuasaan yang semena-mena. Entah mengapa, kepalsuan yang sungguh kentara, tertutup oleh paradigma kekuatan. Tak berhenti aku berdecak, bukan kagum, namun getir.
Aku tertunduk, pasrah ketika kekuasaan berbicara. Aku tak punya kekuatan selain keberanian dan keyakinan pada apa yang kuyakini benar adanya. Namun bergerak pun aku tak sanggup, karena tangan dan kakiku terikat pada pancang pinalti.
Tapi aku yakin, suatu saat nanti, saat ikatan ini terlepas, keberanianku akan berbicara.
Ini adalah apa yang aku tulis sebelum pukul 11.27 pagi ini. Namun sekarang aku menyadari bahwa kekuatanNya lebih dari apa pun.
Flap more...
Snag ::: Maginificent Memoirs 3 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
11:03 AM
Wednesday, January 14, 2009
Morning Zephyr
Aku bangun kedinginan karena hujan pagi ini. Tak lama, sakit kepala yang kemarin menyerangku, mulai mendera kembali. Tak bersemangat aku bangun bersiap-siap. Kuraih ponselku dan kukirim pesan singkat ke nomormu.
Masih dengan kondisi kepala yang tak bersahabat, aku melajukan mobilku di tengah hujan pagi ini. Pesanku terbalas dan aku tahu kau pun sedang dalam perjalanan. Otakku berputar sejenak dan aku memperkirakan kita dapat berpapasan. Sambil berkendara, sesekali kutolehkan kepalaku ke sebelah kanan, mencari-carimu.
Harapanku hampir sirna ketika aku telah mencapai ujung jalan dan aku harus berputar arah. Kutolehkan kepalaku untuk yang terakhir kali dan di sanalah kamu. Bergegas kutulis pesan singkat, namun pesanmu telah masuk lebih dulu.
"Kamu baru masuk tol ya?" 08.48 am.
Aku tersenyum gila. Lucu. Aneh. Tapi pertemuan singkat, sepersekian detik, itu pun tanpa saling melihat karena tertutup gelapnya kaca mobil, terpisah oleh pagar jalan tol dan jalanan lebih dari 10 meter, mampu menjentikkan semangat di bahuku.
Flap more...
Snag ::: Maginificent Memoirs 7 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
9:33 AM
Thursday, January 8, 2009
Compare These
Not much to talk about coz I was so speechless when I saw this. I dunno what to say.
What is the first thing comes to your mind when you see the video clip of Demi Cinta by Kerispatih.
If you ask me, I will give you Michael Guang Liang's Dong Hua.
Feel free to share what you think, coz I dunno what to say.
Flap more...
Snag ::: Regular Roars 7 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
8:40 PM
Tuesday, January 6, 2009
Australia
Another movie review neh. Salah satu film yang bagus keluaran tahun 2008. Cara bercerita nya bagus. Kisahnya apik. Pemandangannya mempesona. Yang maen juga TOP. Walau durasinya cukup lama, film Baz Luhrmann ini sama sekali ga terasa membosankan.
An English aristocrat (Kidman) travels to the faraway continent where she meets a rough hewn local (Jackman) and reluctantly agrees to join forces with him to save the land she inherited. Together they embark upon a transforming journey across hundreds of miles of the wolrd's most beautiful yet unforgiving terrain, only to still face the bombing of the city of Darwin by the Japanese forces that attacked Pearl Harbor.
Buat yang suka drama, ditambah action di sana sini, film ini bagus. G sih suka, karena ceritanya juga ga berlebihan, ga banyak ngomong, tapi bisa dibaca dari setiap act yang dilakuin pemerannya. Bisa dibilang sekelas Pearl Harbor, lagipula setting waktunya juga hampir sama.
Lagu di akhir cerita juga bagus. Judulnya By The Boab Tree, dinyanyiin ma Ophelia of The Spirits. Berikut liriknya:
Sing and I will hear you
No matter where you are
A song to light the darkest night
And guide me from afar
And I will never be alone
Now I know you’re somewhere
You’re everywhere to me
You’re the colour in the sky
A reason to believe
And when the rain falls down
You tell a story
And I will hear you
Always near you
By the boab tree
Lay your arms around me
Like the falling rain
Let the feeling drown me
And life begins again
And I will never be afraid
Now I know you’re somewhere
You’re everywhere to me
The warming of the sun upon
The earth beneath my feet
And when the rain falls down
You tell a story
And I will hear you
Always near you
By the boab tree
Oh you are somewhere
You’re everywhere to me
You’re the colour in the sky
And you’re the earth beneath my feet
And when the rain falls down
You tell a story
And I will hear you
Always near you
By the boab tree
Flap more...
Snag ::: Lingering Lyrics, Screen Shouts 3 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
4:14 PM
Monday, January 5, 2009
Sunset to Sunrise
31 Desember 08, 18.10, g jalan pulang dr kantor. Malem taon baru euy, dan g masih dengan 'rajin' masuk kantor. Jalanan lengang sore itu. Setelah nurunin Bernie di Kebon Jeruk, g pulang, buat mandi dan jemput Mia di rumah.
Pake mobil Mia, g meluncur ke Eastern Permata Hijau. Jam 7.40 g nyampe di Permata Hijau dan ngeliat Lia and keluarganya baru juga nyampe. Jerry, Fellys, Primus, Ruwi dan Ahau sudah tiba duluan di sana.
Makan All-You-Can-Eat Ala Carte nya Eastern bikin eneg. Soale pesen banyak dan kekenyangan. Wakakak... Jam 9.30an baru kelar, trus mo lanjut pergi. Tapi belum tau juga mo ke mana. Ke rumah Lia, pulangin mobil dia, secara nyokap n nci-nya Lia ga ikutan, so Lia bisa ikut mobil Jerry. Akhirnya diputuskan ke La Piazza. Setelah berdebat sebentar mo lewat mana, diputuskanlah untuk lewat tol dalam kota, ga kebayang deh macetnya kayak apa, karena udah jam 10.30 pm.
Dan bener deh, di tol, kami mulai menggeliat macet di sekitar tol Ancol. Ga nyangka, orang2 pada markir mobil di jalan tol. Bahkan di depan Ancol, parkiran sudah menjadi 2 jalur, sehingga yang bisa buat jalan hanya 1 jalur paling kanan. Buset dah. Untungnya lumayan dihibur dengan kembang api yang terlalu awal. Heran juga, belum jam 12 kok uda pada ngembang api.
Oya Ricky and Fenny bergabung juga pas kita lagi macet2an di jalan Tol. Lumayan lama di jalan Tol, dan baru nyampe Boulevard Kelapa Gading jam 11.50. Itu pun di depan MKG 3 uda macet banget. Mobil g ma mobil Ricky yang tadinya ada di lajur paling kanan, motong jalan supaya bisa masuk parkiran MKG1. Udah mikir ga mgkn keburu liat kembang api, tapi ya udahlah, mo jalan terus juga ga mgkn. Pas masuk, langsung dapet parkir 3 biji buat Karimun, Avanza dan City. Pas parkir, uda jam 11.59. Kita lari2 deh ke La Piazza. Nyampe di La Piazza lagi count down.
And... "Happy New Year!!" kembang api mulai berloncatan, nari2 dan meledak. Lumayan lama, sekitar 10 menitan, kita disuguhin kembang api yang ga brenti2. Mayan pegel juga leher mendongak, belum lagi g megang kamera, berusaha mengabadikan percikan2 api. Sayang, g ga bawa tripod, jadi hasilnya juga ga bagus d.
Pas kembang api selesai, baru kerasa panasnya. Saking banyak orang di sana, jadi serasa kurang oksigen *lebay. Tadinya mo cari Starbucks, tapi karena penuh dan panas, kita ke Chatterbox cuma beli ice tea yang free flow. Ga pengen makan, karena masi kenyang. Nongkrong di Chatterbox ampe jam 2an, itu juga karena uda sepi.
Abis itu, kami, kecuali Ricky dan Fenny yang pulang, lanjut ke MC Donald. Tadinya mo ke McD Kemang, tapi ga jadi karena ngeliat ada McD juga di Gading yang buka 24 jam. Di situ cuma beli kentang n lemon tea trus maen Saboteur ampe jam 4 pagi.
Jerry mo ngeliat sunrise, so kita jalan ke PIK. Perumahan Golf apa gitu, ada danau buatan, yang kata Jerry, kita bisa ngeliat sunrise di sana. Tapi setelah nyampe sana, yang jalan nya pun jauuuuh, matahari nya ketutup awan. Hux hux...
After having breakfast, which is Mie Medan di Pluit, kita pulang. Dan itu sudah jam 7.30 pagi, muka kita uda pada pucet kayak The Cullens. Wakakak...
Flap more...
Snag ::: Regular Roars 4 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
12:43 PM
Love Does Hurt, But...
"Kamu sayang ma orang lain aja yah.... Aku takut nyakitin kamu nantinya."
Aku pernah mendengar seorang bijak berkata "ketika kamu mencintai seseorang, secara otomatis kamu juga telah memberikan hak padanya untuk menyakitimu". Aku sungguh mengerti akan hal ini. Bahkan ketika ku memutuskan untuk mencintaimu, yah, bagiku cinta adalah keputusan, bukan semata perasaan yang mengebu-gebu, aku tahu suatu saat nanti, entah kapan dan di mana, aku akan sakit oleh karenamu.
Tapi apakah aku berhenti mencintaimu karenanya? Sekali pun tidak. Di sini aku, yang mencoba mengerti sepenuhnya akan arti cinta, tak akan mundur dari cinta yang kumiliki. Tidak ada seorang pun yang bisa berjanji untuk tidak menyakiti orang lain.
Biarlah kurasakan cinta ini, betapa pun pedihnya nanti. Namun setidaknya aku pernah merasakan cinta. Sungguh, aku hanya ingin kau merasakan berjuta bahagia. Dan jika bahagiamu bukan bersamaku, aku akan merelakanmu. Tapi jangan pernah minta aku untuk berhenti mencintaimu.
Flap more...
Snag ::: Maginificent Memoirs 11 Bite(s)
Scratched by
Anonymous
on
12:30 PM
