Samar teringat dalam benakku bongkahan batu berlumut, hitam kehijauan termakan usia. Kaki kaki kita menyusurinya, mencari celah kasar menghindarkan diri dari sentuhan lumut basah dan licin. Kelemahanmu, berjalan sempoyongan, seakan keseimbangan bukan bagian dari dirimu. Jantungku berdegup keras saat kau terpeleset, hampir menyentuh lapisan hitam di bawahmu.
Dalam hati kuberteriak 'bagaimana ini?', secepat kedua tanganku mencoba menarikmu, memegangmu erat. Saat kau berdiri kembali di atas kedua kakimu, perasaan lega menderaku, mengusir segala kekuatiran yang sempat hinggap dalamku.
*is told by a friend, inspired by morning dream, with some add-ups*
*photo's taken from here*
menegangkan banget yang ini...
ReplyDeletefotonya bagus ya
ReplyDelete@devita : loh, jangan tegang, dinikmati ya...
ReplyDelete@jer : credit for Curly then...
nice one.. ini cerita masa kecil ya? pas di mana? kok kaya desa banget settingnya
ReplyDelete@sphyrna : ini mimpi seorang teman yang diceritakan ke g. G mencoba men-transfer-nya menjadi sebuah tulisan pendek.
ReplyDeleteGambarnya sesuai ama mimpi yang diceritakan, ck ck.. untung pemandangannya alamiah, bukan robot dan kategorinya :)
ReplyDelete